UPH

22 04 2009
Pelajar yang berprestasi di bidang olahraga dan seni juga punya kesempatan meraih beasiswa pendidikan di perguruan tinggic

Sebetulnya, selain beasiswa bagi siswa berprestasi di bidang musik dan olahraga tersebut, ada dua kategori beasiswa lain yang juga disiapkan oleh Universitas Pelita Harapan. Beasiswa-beasiswa tersebut akan diberikan sejak mahasiswa duduk di semester satu. Beasiswa pertama diperuntukkan bagi siswa yang memiliki prestasi akademis. Syaratnya utamanya, si siswa selain harus memiliki surat rekomendasi dari kepala sekolah, juga harus lolos dari seleksi peringkat satu. Sementara itu, satu beasiswa lainnya dipersiapkan bagi siswa dengan tingkat ekonomi terbatas. Selain syaratnya berupa rekomendasi dari kepala sekolah, si siswa juga minimum harus lolos seleksi peringkat dua. Besarnya beasiswa cukup variatif dan terhitung mulai dari 25 hingga 100 persen. Beasiswa tersebut termasuk biaya masuk, biaya semester, serta biaya Sistem Kredit Semester (SKS). Berlakui berlaku sampai selesainya masa studi normal, syarat lain yang harus tetap dipenuhi si penerima beasiswa adalah pencapaian indeks prestasi (IP) minimum sesuai kesepakatan. Anda tertarik? Siapkan diri dan persyaratannya. Dan jangan lupa, setelah memasukkan berkas lamaran beasiswa ke kampus tersebut, Anda juga akan melalui tahap seleksi pertama; wawancara. (Kompas Cetak/MUDA)





Wow, 150 Juta Per Siswa dari Sampoerna Foundation!

22 04 2009

0936267pSyaratnya, nilai rata-rata akademis minimum 7.50 sejak di Kelas 7 sampai Kelas 9. Juga, harus berpredikat sepuluh besar di Kelas 9. JAKARTA,KOMPAS.com – Beasiswa sebagai program ‘Sampoerna Academy’ di SMA Negeri Internasional Sumatera Selatan tersebut disiapkan bagi 150 siswa untuk masa belajar selama tiga tahun. Hal itu dikatakan oleh Akbar Ismail, Program Officer Sampoerna Foundation, Selasa (14/4) di sela diskusi ‘Sekolah Bertaraf Internasional, Tantangan Bagi Pendidik’ di Jakarta. Menurut Akbar, beasiswa program sekolah bertaraf internasional berasrama ini mencakup biaya pendidikan, tinggal dan makan di asrama, buku pelajaran, asuransi kesehatan, serta seragam selama tiga tahun ajaran. Untuk kebutuhan tersebut, program ini mendapatkan dukungan dari Sampoerna Foundation senilai 15.000 dolar atau sekitar 150 juta rupiah per siswa. “Sekolah internasional ini didirikan sebagai bentuk kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan kami untuk memenuhi kebutuhan sekolah bertaraf internasional yang bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di daerah tersebut,” kata Akbar. Akbar mengatakan, selama persyaratan dipenuhi, kesempatan ini terbuka lebar bagi seluruh masyarakat Sumatera Selatan. Selain WNI usia 14 sampai 16 tahun, persyaratan utama si siswa harus duduk di Kelas 9 atau SMP Kelas 3 di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Nilai rata-rata akademik siswa juga harus mencapai minimum 7.50, mulai semester 1 atau Kelas 7 sampai semester 5 (Kelas 9). Prestasi itu juga harus diiringi dengan keharusan siswa berpredikat sepuluh besar di Kelas 9. “Dan si siswa berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah,” kata Akbar. Kesempatan ini masih terbuka hingga Jumat, 24 April 2009, pekan depan. Untuk memeroleh informasi dan formulir aplikasi bisa didapatkan di masing-masing sekolah di seluruh provinsi Sumatera Selatan. Selain itu, bisa juga dengan mengunduhnya langsung dari http://sumsel.diknas.go.id atau www.sampoernafoundation.org. Pengumuman peraih beasiswa akan dilaksanakan pada pertengahan Juni 2009 mendatang.





Dana Beasiswa untuk Indonesia Rp 4,2 Triliun

22 04 2009

JAKARTA, SELASA — Selama lima tahun ini, dana internasional untuk program beasiswa Indonesia mencapai Rp 4,284 triliun. Sekitar 60 persen lebih beasiswa itu diberikan dalam bentuk grant atau hibah, sedangkan sisanya berbentuk pinjaman, dan disediakan Pemerintah Indonesia serta sumber domestik lainnya.

Meskipun pemanfaatan beasiswa dari lembaga internasional itu untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia seperti yang diprogramkan pemerintah, namun belum secara umum ada evaluasi menyeluruh mengenai dampaknya bagi pengembangan institusi setelah penerima beasiswa kembali. Karena itu, perlu dikembangkan analisa atau penelitian, baik oleh pemerintah, maupun lembaga penyedia beasiswa untuk mengetahui hasil dan manfaat lebih jauh dari program tersebut.

Demikian yang terungkap dari hasil Survei Pemetaan Program Beasiswa Luar Negeri di Indonesia yang dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Beasiswa Luar Negeri yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Selasa (10/3). Pelaksanaan survei pemetaan ini didukung Pemerintah Australia melalui AusAID dan Kedutaan Besar Belanda.

Taufik Hanafi, Direktur Agama dan Pendidikan, Kementerian Negara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), mengatakan, peningkatan SDM Indonesia masih menghadapi tantangan yang berat. Di tingkat ASEAN saja, Indonesia tertinggal dari Malaysia dan Thailand.

Menurut Taufik, adanya bantuan luar negeri harus akan memberi kontribusi bagi pemanfaatan sumber daya dalam negeri secara efektif dan efisien. Bantuan dari para donor itu harus diharmonisasikan dengan program yang ada untuk menghindari duplikasi. “Yang penting justru harus bisa bersinergi untuk mencapai sasaran pembangunan yang hendak dicapai,” ujar Hanafi.

Dari hasil survei pemetaan ditemukan ada lebih dari 7.250 beasiswa yang disediakan oleh luar negeri dalam lima tahun terakhir ini bagi Indonesia. Adapun di dalam negeri, pemerintah menyediakan 1.921 beasiswa, yang paling besar disediakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas pada tahun ini menyediakan 700 beasiswa.

Adapun negara yang memberikan donasi yang besar adalah Australia, disusul Jerman, Amerika Serikat, dan Belanda. Pemanfaatan beasiswa luar negeri itu umumnya untuk bidang studi ekonomi, keuangan, dan perdagangan (23 persen), kebijakan publik dan administrasi pemerintahan (24 persen), sains dan teknologi (20 persen), serta bidang pendidikan (12 persen).





Ellawijt, Hujan Prestasi Karena Hobi Ellawijt

22 04 2009

Lantaran melukis, Ellawijt memeroleh beasiswa di School of Art Institute Chicago, AS.
JAKARTA, KOMPAS.com – Ellawijt, si “pelukis stroberi” yang akan berusia 19 tahun pada bulan Mei nanti itu, baru memamerkan 20 lukisannya di Wishbone Cafe Gallery, Chicago, Lincoln Avenue, AS. Pameran bertajuk ‘My Strawberry’s Little Show’ itu dibuka kemarin (Selasa/7/4) dan berlangsung hingga 30 April 2009 mendatang.

Namun, bukan cuma soal pamerannya yang terpenting. Melainkan, perjalanan Ellawijt bisa sampai ke Negeri Paman Sam tersebut. itulah kiranya perlu diketahui.

Lahir di Jakarta, 8 Mei 1990, Ella, -begitu dara ini biasa disapa, mengaku minat melukisnya datang dan dimulai dari hobi menggambar saat di bangku playgroup. Ella berkisah, waktu masih dalam kandungan, ibunya suka ngidam pergi ke pameran lukisan sampai berkali-kali.

Merangkak SD, ayahnya mengenalkan Ella dengan pastel dan kanvas. Sejak itulah, Ella merasakan beda kenikmatan antara melukis dan menggambar. Ella pun pilih melukis.

Di bangku SMP, Ella kian keranjingan. Di lantai dua rumahnya di Jatibening, Bekasi, Ella tekun melukis garis dan arsiran sebagai kesenangannya. Keseriusan itu membuat sang ayah mendatangkan seorang guru lukis untuknya.

Menginjak kelas tiga SMP, Ella mengantongi penghasilan pertama dari melukis. Namun, baru di jenjang SMA-lah Ella justeru mengenal “the real world” dunia seni lukis yang digandrunginya sampai kini.

Di bangku kelas satu SMA, Ella sudah mengikuti pameran lukisan bersama untuk pertama kalinya. Terhitung, sampai kini sekitar sembilan pameran bersama telah dikantonginya.

Sejatinya, melukis memberikan ketenangan jiwa. Jiwa muda yang ingin selalu memberontak dan senang mencoba hal baru. Karena itulah Ella menjadikan hobi ini tidak semata aktifitas sambil lalu, melaikan sumber investasi masa depan.

Bukan, investasi bukan cuma uang puluhan juta yang pernah didapatkannya dari penjualan lukisan. Melainkan, beasiswa yang membawanya hinga berkuliah di School of Art Institute Chicago, AS.

Beasiswa Bukanlah Bunga Tidur
Pada Mei 2007, Ellawijt menggelar pameran perdananya bertajuk ‘Ellawijt: It’s Just Been Started’. Uniknya, pameran itu adalah cara Ella merayakan hari ulang tahun sweet seventeen-nya, dengan menghadirkan sebanyak 40 karya lukisan stroberi di Museum Nasional, Jakarta.

Tahun lalu, Ella baru lulus dari bangku SMU kelas tiga jurusan IPA di SMU St. Peter, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di tengah ketatnya persiapan belajar menghadapi ujian nasional waktu itu, Ella pun harus tetap berupaya keras menyiapkan ‘Chasing After Wind’, pameran tunggal keduanya yang digelar bulan Mei 2008 silam, juga di Museum Nasional.

Kerja keras Ella sepertinya terus lahirkan prestasi. Dua bulan berselang, Juli 2008, Ella bertolak ke Taiwan untuk memenuhi undangan dari Dr. Sun Yat Sen Foundation. Di sana, Ella menggelar pameran bersama beberapa pelukis senior Indonesia seperti Kartika Afandi, Maria Tjui, H.Hardi, serta Gande.

Di bulan itu pula, Ella harus berangkat ke Chicago untuk mengambil tawaran beasiswa kuliahnya di School of The Art Institute of Chicago. “Awalnya cuma berupa info dari kakakku, dari situ aku browsing alamat email kampusnya dan mengirim portofolio lukisanku,” cerita Ella, via chatting dengan Kompas.com.

Hanya tiga bulan berselang, Ella diminta mengirim profil lengkap dirinya. “Tak disangka, aku langsung diterima dan semua memang hanya karena lukisan-lukisanku,” tutur Ella.

Bak kebasahan oleh hujan rejeki, bulan Juli mendatang pun Ella sudah mendapatkan tawaran dari Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA), Singapura. “Prosesnya sama yaitu lewat browsing dan cari info sebanyak-banyaknya di internet,” kata Ella. Kalau memang rejeki dan beasiswa itu diambilnya, Ella akan bersiap masuk jurusan painting and drawing.

Itulah Ellawijt. Perempuan muda Indonesia, yang tengah nun jauh melukis prestasi di Negeri Paman Sam. Yang hanya karena hobi melukis, sebuah mimpi bukan lagi bunga tidur untuknya. Cita-cita bukan pula seonggok batu di depan mata, melainkan kenyataan indah dalam genggamannya sebagai anak muda Indonesia.

1144077p





Apa Kata Mereka Yang Pernah Belajar di Belanda ?

22 04 2009

Setelah melihat tulisan dari para peserta kompeti blog yang telah berbagi informasi, cerita dan harapan, saya jadi tertarik untuk kembali memposting informasi yang terkait dengan tema kompetisi ini “Studi di Belanda, ticket to a global community”. Nah, kali ini saya akan mempublikasikan beberapa komentar/ kesaksian dari beberapa mahasiswa/mahasiswi yang menempuh pendidikan di Belanda. Terstimony ini saya dapatkan dari CD Study in Holland; International Programmes and Courses 2009/2010 yang dikeluarkan oleh Neso Indonesia. CD ini saya dapatkan di kampus tempat kuliah saya sekarang. Komentar mereka beragam dan mereka juga berasal dari beberapa negara yang beragam pula, salah satunya dari Indonesia.  Simak baik-baik, mudah-mudahan dari komentar-komentar dibawah dapat menambah wawasan dan keinginan kita untuk mengecap pendidikan di sana.

poloGambar CD-nya

Eko Baskoro Harimulyo (19), Indonesia

BSc in Applied Life Sciences, HAN University of Applied Sciences

ekoHolland is a country that enjoys freedom of speech and thought. It makes students feel free to be themselves when giving their ideas and opinions. Holland also has very high standards of education, supported by technology. These are the reasons I chose to continue my studies in Holland. If you are very interested in your field of study and you want to find out more, you should come and study here.

There are a lot of things which are very different to Indonesia, such as the people, environment, food and culture. Dutch people are very open, they let you state your ideas and give advice if you need it. I suggest that foreign students ask their Dutch friends or their teachers to help them if they have any problems with a letter written in Dutch (especially financial matters). Because small letters can cause big problems if you do not understand them.

My ‘hogeschool’ provides good facilities, such as a sport centre, a music room, a laboratory and housing. We do not have to worry about buying furniture, paying the water bill, electricity or gas. I really enjoy my studies and I’ve been trying to learn more about Holland by visiting other cities. I like spending my time playing football with other people who came from outside Holland, such as Turks, Moroccans and Arubans.

I do not really like the changeable weather in Holland. In contrast with Indonesia, Holland is much colder. Holland has four seasons and Indonesia only two. When I arrived, in Nijmegen, the temperature was 16° Celsius, and it was very cold compared to Malang, the city I come from, which was 25° Celsius! “Holland.

Olga Muravjova (21), Lithuania

BA in Liberal Arts, University College Utrecht

olgaThe first time I saw University College Utrecht was when I came to visit my brother who was also studying here several years ago. I decided to study at University College because it offers a perfect combination of quality education and opportunity to combine several disciplines. You don’t have to stick to just economics, for instance; you can also explore the world of law, politics, history and many other disciplines. It provides a solid foundation on which you can build the future.

Because of the small class size (we have a maximum of 25 students in each class), you are not only encouraged to get involved in discussions and to get to know students with the same interests, but you also have the opportunity to communicate with the professoron an individual basis. Every student has his own tutor, who helps to organize your University College ‘career’, and who gives advice, something that is very important to international students.

In addition to your studies, there are plenty of extra-curricular activities, such as the Politics Committee, Humanitarian Co, Students in Free Enterprise (SIFE), Dance and Theatre, etc. It is always very difficult to make a decision which ones to choose, since all these activities add something to your individuality and encourage you to develop.

After my studies, I am planning to do my master’s degree at a Western European university. Since I am interested in management and business, I am considering Lund University in Sweden, Edinburgh University in the UK and Erasmus University in Rotterdam. I might also do the MBA programme as my second masters afterwards. Maybe, I will start my career at one of the non-governmental organizations.

Shenghua Tan (21), China

B in International Business and Management Studies, The Hague University of Applied Sciences

shenghuaThe big difference between a Chinese education and a Dutch education is that ChIneseeducation places more emphasis on theoretical knowledge. As a contrast, a Dutch Education trains students how to use their knowledge in practical situations. Students are trained to think independently and creatively during group projects. Dutch people are very friendly and treat everyone as an equal. The Dutch accept another culture easily and like to make friends with foreigners. During my past 3 years studying here, I have made lots of Dutch friends, who are very kind and they have helped me a lot.

Furthermore, many Dutch people can speak more than one language, such as English, German, Spanish, French and Italian. Lots of them even want me to teach them Chinese! I like the magic of the Dutch culture, Dutch people and Holland’s beautiful countryside. The best thing about the Dutch culture is that it easily accepts and integrates with the other cultures. However, the weather in the Netherlands is not really good. Sometimes,

it is so rainy and windy. Studying in Holland is the best way to access the whole world. The tuition fees are lower compared to other countries, and you can get a more specialized education. Make sure you are familiar with Dutch regulations, and then you will have a nice experience in the Netherlands. As overseas students studying in Holland, we have the responsibility of being the link between our own country and the Netherlands. Just like Nuffic’s mission: “Linking knowledge worldwide means bringing people together!”

Damien Beaumard (22), France

MSc in Animal Sciences, Wageningen University

damienWhen I finished my Bachelor of Science in Agriculture in France, I wanted to experiencethe outside world and to specialize in animal production for my Master of Science degree. I found one MSc programme called EURAMA (European Animal Management). In fact, this programme combines courses in animal science, management, economics and agricultural policy. On top of that, it gives you the opportunity to travel within Europe (France, Holland, Spain and Czech Republic) and to feel the importance of the European dimension.

Working in an international project group is a great experience because it broadens your mind. It allows you to approach any issue on a global scale and to deal with particular ways of thinking that can differ between countries. We live in a globalized world and our futures will definitely be internationally oriented. Working on an international project is therefore an excellent opportunity to prepare for our professional careers.

Student life in Holland is a mix of study, sport and partying. Dutch people are reallycreative partyers and they always find something to do. They play a lot of different kinds of sport in Holland so you can always find something you like. The most important difference I noticed, which is really important for foreign students, is that almost everyone speaks English. This simplifies things. The things I appreciate about Holland are the sincerity, the honesty, the direct attitude and the welcoming nature of Dutch people, which is quite special. I have been impressed by the quality of life in Holland. Everyone rides a bike and there is so much to do.

Christina Liesegang (30), Germany

MSc in Urban Development and Management, Institute for Housing and Urban Development Studies

I chose the Netherlands as a place to study since my programme in urban development, with a focus on developing countries and the specialization in urban social development, does not exist anywhere else in Europe. The option of getting a master’s degree in one year was very attractive for me since I already have a master’s degree and wanted an additional qualification. Especially important was that I got the Huygens Scholarship so I could afford a second academic study.

I have always liked the Netherlands and it is known to be innovative, especially for urban planning and architecture. Another reason to choose Rotterdam was that I have very good friends living here. I have the feeling that people are (even more) pragmatic or practical here in everything they do and in how problems are solved. Also they like to create “gezelligheid” and care about design. The society is very international and this multi-culturalism plays a different role than in Germany. In Holland people are quite relaxed and friendly but not so easy to get really close to. I like the pace of life here which is not too slow and not fast and hectic.

The student life is very relaxed compared to working, the university system itself is much more school-like and less free (in terms of choosing what to learn) than in my home country. The level of study is quite easy but there are a lot of assignments. I still feel I learned a lot especially from my classmates who come from all over the world. These contacts, inputs and the intercultural learning experience are the best aspects of my studies here. Coming from Berlin, what I miss in Rotterdam is a very rich cultural life, clubs and cafés. Also I really do not like the weather and I miss lively streets and squares, especially in the evenings. Dutch universities usually have a very good infrastructure and modern campuses. There are great funding opportunities and benefits for students.

Tarek Waly (34), Egypt

PhD in Seawater Desalination, UNESCO-IHE Institute for Water Education

The study programme I follow is unique, the institution is internationally recognized and my mentors and supervisors are well-known authorities in my area of study. Student life here is average. The plus points here are the number of multicultural students, the high-quality lectures and the university has excellent high-tech facilities. However, expensive housing could be a problem for foreign students in the Netherlands. In the Netherlands, things are very organized. Dutch people take care of every tiny detail. Things normally take more time in the Netherlands, but at the end they are 100% correct. In my country, time is not always accurately managed, resulting in many mistakes and pitfalls.

The Dutch people are generally warm, even though they don’t appear to be on first impressions. They are well-educated and read a lot. Daily life in the Netherlands is much easier than in any other non- English speaking countries; most people can communicate in several languages especially English. The presence of many emigrants in the Netherlands enriches the Dutch culture and decreases my feelings of homesickness. The Dutch normally respect differences and are eager to learn and understand. Even though the Dutch have such a high level of scientific education, they still live their lives astonishingly simply. This is a combination that is hard to find anywhere else and I really appreciate it. (marten)

Sumber :

CD Study in Holland; International Programmes and Courses 2009/2010; Neso Indonesia.





30 Persen Pendapatan Warga Jakarta Lari ke Transportasi

22 04 2009

Kemacetan di jalan protokol ibu kota.

JAKARTA, KOMPAS.com – Ternyata 30 persen dari pendapatan warga Jakarta terserap untuk biaya transportasi. Yang lebih mencengangkan, proporsi untuk biaya transportasi tersebut bertambah besar untuk mereka golongan ekonomi menengah ke bawah.

“Data tersebut hasil survei Studi Masterplan Bodetabek oleh konsultan Jepang JICA,” kata Deputi Menko Perekonomian bidang Infrastruktur Bambang Susantono, dalam Diskusi Publik Hari Bumi dengan tema Menyelamatkan Jakarta dan Kegagalan Sistem Transportasi di Jakarta, Rabu (22/4).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa para pengguna jalan di Jakarta, 60 persen berhenti. Dan hanya 40 persen saja mereka bergerak dalam perjalanan. “Artinya, sistem transportasi kita masih buruk. Kendaraan pribadi masih membebani jalan,” ungkap Bambang yang juga Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia.

Seharusnya, kata Bambang, Pemprov DKI mulai berpikir sebuah sistem transportasi yang aman, sesuai dengan anggaran masyarakat, nyaman, dan terintegrasi dengan transportasi lain sehingga masyarakat bisa memperkirakan waktu perjalanan dari satu tempat ke tempat lain dari rumah.

Sistem tersebut, lanjutnya, harus memprioritaskan masyarakat golongan menengah ke bawah. Saat ini mereka, misalnya kaum buruh, banyak tinggal di pinggiran Jakarta seperti Tangerang, Bekasi atau Depok. Karena harga rumah di Jakarta mahal. “Ini yang mesti kita pikirkan bersama bagaimana menyediakan akses transportasi bagi mereka,” ungkap Bambang.

Menurutnya, ada sistem yang bisa segera dilakukan. “Menurut saya, segera integrasikan busway dengan kereta api commuters (Depok Ekspres, Bogor Ekspres, Bekasi Ekspres) dengan sistem satu tiket,” tambah Bambang.





Berbagai Cara Gratis Konversi PDF ke Dokumen

22 04 2009

images17Seperti yang sudah banyak kita ketahui, jikan ingin meng-konversi berbagai dokumen ke PDF sudah banyak software gratis yang bisa dimanfaatkan, seperti PDF Converter, Cute PDF Converter, menggunakan aplikasi Open Office dan lainnya. Tetapi bagaimana halnya dengan konversi dari PDF ke dokumen atau Word ?

Berikut software-software gratis yang dapat digunakan untuk konversi PDF ke dokumen, seperti doc, rtf atau text termasuk juga layanan online gratis yang bisa dimanfaaatkan.

1. Free PDF to Word Doc Converter

Program ini akan mengkonversi PDF ke Word (doc), termasuk text, images, shapes dan berusaha mempertahankan layout-nya. Beberapa fiturnya antara lain :

  • Extract text labels, graphics, shapes
  • Mempertahankan layout (posisi) data dari PDF
  • Pilihan Konversi semua halaman atau beberapa saja
  • Mendukung format Adobe PDF 1.0 – 1.6 formats.
  • Opsi tambahan lainnya

Free PDF to Word doc

Informasi selengkapnya dan Download Free PDF to Word Doc Converter (1.1 MB)

Alamat Lainnya :
http://www.hellopdf.com/download.php
http://www.yaodownload.net/hellopdf/pdf2wordsetup.exe (1.07 MB)

2. Ease Pdf to Text Extractor – free

Kalau program ini di buat khusus untuk meng-extract ( mengambil) text dari dokumen PDF, dan tidak memerlukan adanya Adobe Acrobat. Aplikasi ini bisa dijalankan di Win95/98/ME/NT/2000/XP/2003/Vista.

Download Ease Pdf to Text Extractor (1 MB)

3. Free PDF to Word Converter

Program yang hanya berukuran sekitar 585 KB ini mampu mengkonversi PDF ke word termasuk text, gambar dan konten lainnya, juga akan berusaha mempertahankan posisi (layout) konten-nya. Berikut beberapa fiturnya :

  • Batch Conversion (konversi multiple dokumen)
  • Mempertahankan layout aslinya
  • Tidak memerlukan Adobe Acrobat atau Acrobat reader.
  • Bisa mengkonversi dari dokumen yang terenkripsi atau terpassword, asal mempunyai passwordnya.
  • Konversi keseluruhan dokumen atau sebagian
  • KOnversi ke word (doc) atau RTF

free-pdf-to-word

Aplikasi ini bisa berjalan di Windows NT/2000/XP/2003/Vista.

Informasi selengkapnya atau Download Free PDF to Word Converter (585 KB)

4. Some PDF to Word Converter

seperti namanya software kecil ini berfungsi untuk mengkonversi PDF ke dokumen Microsoft Word. Beberapa fiturnya adalah :

  • Tidak memerlukan program dari Adobe
  • Mempertahankan akurasi text, tabel grafik dan layout
  • Mendukung Protokol PDF1.6
  • Batch conversion ( konversi multiple dokumen)
  • Otomatis menampilkan link halaman yang dihasilkan
  • Bisa konversi halaman tertentu saja
  • Support PDF yang di enkripsi, menghapus grafik dan lainnya.

Sistem yang dipelukan Windows NT/2000/XP/2003/Vista, Internet Explorer v4.1 atau yang lebih tinggi, 64 MB RAM or more, 5 MB free disk space dan resolusi layar minimal 800*600

Informasi selengkapnya atau langsung Download Some PDF to Word Converter ( 784 KB)

ONLINE CONVERTER

1. http://www.freepdfconvert.com

Layanan online ini khusus untuk mengkonversi PDF dan hasilnya bisa dipilih dalam format doc, xls atau rtf. Selain mampu mengkonversi dari file yang kita upload, juga mampu mengkonversi PDF dari alamat URL (Link) yang diberikan.
Hasil dapat dikirimkan ke email atau langsung di download (akan dihapus dalam waktu 24 jam).

2. http://zamzar.com/

Dengan zamzar, kita tinggal mengupload dokumen melalui halaman awal dan hasil konversi akan dikirimkan ke email yang harus diisikan sebelum di konversi. Zamzar mendukung konversi berbagai format, mencakup Documen, Image , Audio, Video, Compressed formats (Archive) dan juga format CAD

3. http://media-convert.com/

Selain mampu mengkonversi berbagai format dokumen termasuk PDF, media converter juga mampu mengkonversi format lainnya, seperti Archive, Movie, Image, Sound serta ringtones. Berbeda dengan Zamzar, Media-convert akan memberikan hasil konversi langsung, yang bias di download. Dan link tersebut akan dihapus setelah 24 jam.

1. http://pdfundo.net/

PDFUndo memberikan layanan online free untuk mengkonversi PDF ke word, tidak memerlukan email atau registrasi. Kita tinggal upload dokumen PDF dan jika konversi telah selesai kita bisa download hasilnya.

Untuk mengkonversi berbagai dokumen ke PDF, bisa membaca artikel Membuat dokumen PDF gratis dan mudah (ebsoft.web.id)





Kuliah Tidak Perlu Datang ke Universitas, Sekarang Bisa Lewat Youtube

22 04 2009

images15Sebuah channel EDU di YouTube dikembangkan. Saat ini, lebih dari 100 perguruan tinggi termasuk Stanford, MIT, Harvard, Yale dan UC Berkeley sudah mulai menghadirkan kuliahnya di sana. Sebagian besar di antaranya bekerjasama untuk menyediakan informasi spesifik mengenai sekolah seperti tour kampus secara virtual dan materi promosi lainnya.

Meski baru sampai tahapan tersebut, hadirnya channel itu juga membuka peluang bahwa sudah waktunya universitas mulai menawarkan kopi digital dari kuliahnya secara online. Jadi, mereka yang tidak memiliki uang untuk membayar kuliahpun bisa mendapatkan pendidikan.

“Terdapat keinginan besar pada warga masyarakat dari seluruh dunia untuk meningkatkan kualitas dirinya, salah satunya adalah untuk mempelajari hal-hal yang tidak mungkin mereka pelajari atau belum sempat mereka ketahui,” kata Obadiah Greenberg, Strategic Partnership Manager, YouTube seperti VIVAnews kutip dari TGDaily, 13 April 2009.

Menurut Greenberg, tren kuliah online ini sudah mulai berkembang. Berhubung biaya untuk masuk menjalani kuliah secara fisik sering tak terjangkau, beberapa bahkan mencapai 100 ribu dolar AS untuk empat tahun, universitas seperti MIT telah meluncurkan program OpenCourseWare untuk menghadirkan sebagian besar perkuliahan mereka secara online dan cuma-cuma. Saat ini ide tersebut sudah menyebar luas, dari MIT kini hadir ke YouTube.

Sebagian besar universitas mungkin belum siap untuk membuka pintu kelas mereka ke internet karena berbagai hal, salah satunya adalah finansial. Tetapi, kenyataan bahwa era informasi telah mengubah dunia, dalam waktu dekat, kampus-kampus terpaksa perlu melakukan hal itu. Kini teknologi yang tidak terbayangkan 10 tahun lalu seperti infrastruktur untuk mengalirkan video perkuliahan langsung ke setiap rumah di seluruh dunia sudah tersedia. Dan sekali video kuliah tersebut direkam, maka video tersebut akan tersedia selama-lamanya. (vivanews)





Pengertian Hambatan, Arus, Tegangan dan Bunyi Hukum Ohm

22 04 2009

1. Arus

Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya.

I = Q/T

Pada zaman dulu, Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif, sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya.

Satuan SI untuk arus listrik adalah ampere (A).

2. Hambatan
Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut:

R = V/I

atau

di mana V adalah tegangan dan I adalah arus.

Satuan SI untuk Hambatan adalah Ohm (R).

3. Tegangan
Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensi listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial sebuah medan listrik untuk menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi.

V= I .R

Satuan SI untuk Tegangan adalah volt (V).

4. Hukum OHm
Pada dasarnya sebuah rangkaian listrik terjadi ketika sebuah penghantar mampu dialiri electron bebas secara terus menerus. Aliran yang terus-menerus ini yang disebut dengan arus, dan sering juga disebut dengan aliran, sama halnya dengan air yang mengalir pada sebuah pipa.

Tenaga (the force) yang mendorong electron agar bisa mengalir dalam sebauh rangkaian dinamakan tegangan. Tegangan adalah sebenarnya nilai dari potensial energi antara dua titik. Ketika kita berbicara mengenai jumlah tegangan pada sebuah rangkaian, maka kita akan ditujukan pada berapa besar energi potensial yang ada untuk menggerakkan electron pada titik satu dengan titik yang lainnya. Tanpa kedua titik tersebut istilah dari tegangan tersebut tidak ada artinya.

Elektron bebas cenderung bergerak melewati konduktor dengan beberapa derajat pergesekan, atau bergerak berlawanan. Gerak berlawanan ini yang biasanya disebut dengan hambatan. Besarnya arus didalam rangkaian adalah jumlah dari energi yang ada untuk mendorong electron, dan juga jumlah dari hambatan dalam sebuah rangkaian untuk menghambat lajunya arus. Sama halnya dengan tegangan hambatan ada jumlah relative antara dua titik. Dalam hal ini, banyaknya tegangan dan hambatan sering digunakan untuk menyatakan antara atau melewati titik pada suatu titik.

Untuk menemukan arti dari ketetapan dari persamaan dalam rangkaian ini, kita perlu menentukan sebuah nilai layaknya kita menentukan nilai masa, isi, panjang dan bentuk lain dari persamaan fisika. Standard yang digunakan pada persamaan tersebut adalah arus listrik, tegangan ,dan hambatan.
Symbol yang digunakan adalah standar alphabet yang digunakan pada persamaan aljabar. Standar ini digunakan pada disiplin ilmu fisika dan teknik, dan dikenali secara internasional. Setiap unit ukuran ini dinamakan berdasarkan nama penemu listrik. Amp dari orang perancis Andre M. Ampere, volt dari seorang Italia Alessandro Volta, dan ohm dari orang german Georg Simon ohm.

Simbol matematika dari setiap satuan sebagai berikut “R” untuk resistance (Hambatan), V untuk voltage (tegangan), dan I untuk intensity (arus), standard symbol yang lain dari tegangan adalah E atau Electromotive force. Simbol V dan E dapat dipertukarkan untuk beberapa hal, walaupun beberapa tulisan menggunakan E untuk menandakan sebuah tegangan yang mengalir pada sebuah sumber ( seperti baterai dan generator) dan V bersifat lebih umum.

Salah satu dasar dalam perhitungan elektro, yang sering dibahas mengenai satuan couloumb, dimana ini adalah besarnya energi yang setara dengan electron pada keadaan tidak stabil. Satu couloumb setara dengan 6.250.000.000.000.000.000. electron. Symbolnya ditandai dengan Q dengan satuan couloumb. Ini yang menyebabkan electron mengalir, satu ampere sama dengan 1 couloumb dari electron melewati satu titik pada satu detik. Pada kasus ini, besarnya energi listrik yang bergerak melewati conductor (penghantar).

Sebelum kita mendefinisikan apa itu volt, kita harus mengetahui bagaimana mengukur sebuah satuan yang kita ketahui sebagai energi potensial. Satuan energi secara umum adalah joule dimana sama dengan besarnya work (usaha) yang ditimbulkan dari gaya sebesar 1 newton yang digunakan untuk bergerak sejauh 1 meter (dalam satu arah). Dalam british unit, ini sama halnya dengan kurang dari ¾ pound dari gaya yang dikeluarkan sejauh 1 foot. Masukkan ini dalam suatu persamaan, sama halnya dengan I joule energi yang digunakan untuk mengangkat berat ¾ pound setinggi 1 kaki dari tanah, atau menjatuhkan sesuatu dengan jarak 1 kaki menggunakan parallel pulling dengan ¾ pound. Maka kesimplannya, 1 volt sama dengan 1 joule energi potensial per 1 couloumb. Maka 9 volt baterai akan melepaskan energi sebesar 9 joule dalam setiap couloum dari electron yang bergerak pada sebuah rangkian.

Satuan dan symbol dari satuan elektro ini menjadi sangat penting diketahui ketika kita mengeksplorasi hubungan antara mereka dalam sebuah rangkaian. Yang pertama dan mungkin yang sangat penting hubungan antara tegangan, arus dan hambatan ini disebut hokum ohm. Ditemukan oleh Georg Simon Ohm dan dipublikasikannya pada sebuah paper pada tahun 1827, The Galvanic Circuit Investigated Mathematically. Prinsip ohm ini adalah besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar metal pada rangkaian, ohm menemukan sebuah persamaan yang simple, menjelaskan bagaimana hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan yang saling berhubungan.

HUKUM OHM

E = I R
I = E / R
R = I / E

Kesimpulan :
• Tegangan dinyatakan dengan nilai volts disimbolkan dengan E atau V.
• Arus dinyatakan dengan amps, dan diberi symbol I
• Hambatan dinyatakan dengan ohms diberi symbol R
• Hukum Ohm: E = IR ; I = E/R ; R = E/I

Besarnya daya pada suatu rangkaian dapat di hitung dengan :

P = V . I atau P = I2 . R atau P = V2/ R

Dimana :
P : daya, dalam satuan watt
V : tegangan dalam satuan volt
I : arus dalam satuan ampere

Contoh Soal Latihan:
Sebuah bangunan rumah tangga memakai lampu dengan tegangan pada instalansi lampu rumah tangga tersebut adalah 220 Volt, dan arus yang mengalir pada lampu tersebut adalah 10 ampere, berapakah hambatan pada lampu tersebut, hitunglah?

JAWAB :
dik :
V = 220 Volt
I = 10 Amper
Dit : hambatan…………….?

JAWAB
R = V/R

R = 220/10 = 22 ohm

Jadi hambatan yang mengalir adalah 22 ohm

Contoh Soal Latihan:
Didalam suatu rumah tinggal, terpasang sebuah lampu dengan tegangan 220 Volt, setelah di ukur dengan amper meter arusnya adalah 2 ampere, hitunglah daya yang di serap lampu tersebut ?

JAWAB :
dik :
V = 220 Volt
I = 2 Amper
Dit : Daya…………….?

JAWAB
P = V.I

P = 220. 2 = 440 Watt

Dioalah dari berbagai sumber





Mau Tahu Arti Kode pada Ban ?

22 04 2009

1343525p1

Ketika Anda hendak membeli ban mobil, tukang ban paling menyebut ring dan lebarnya berapa? Padahal, di dinding ban, terutama sisi luar, banyak tulisan maupun kode. Semua itu mengandung arti, lebih tepatnya identitas dari si karet bundar itu sendiri. Bahayanya, Anda tak tahu kalau ban itu diproduksi tahun berapa. Padahal, tertulis di sisi pinggirnya. Termasuk juga batas kecepatan maksimum yang diperbolehkan. Masih banyak kode-kode lainnya, mari simak di bawah ini. 1.215/50 ZR17 95W Angka dan huruf ini menandakan profil dan kecepatan yang diizinkan. 215= lebar tapak ban yang menempel ke permukaan jalan, dihitung dari ujung kedua sisi. 50= ketinggian dinding ban (biasanya ada yang 45, 55, 60 sampai 70). Kalau dalam milimeter perhitungannya, 50 tadi merupakan persentase dari tapak ban. jadi, 50% x 215 menghasilkan (dibulatkan) 106 mm. Sedang ZR17 menunjukkan diameter lingkar roda alias pelek. populer di sebebut ring 17. 95W = Angka sebagai indeks berat maksimal yang dapat dipikul oleh ban, sedang W menunjukkan batas kecepatan maksimal 270 km/jam yang dibolehkan. Kemudian kode lainnya, S=180 km/jam, M= 130 km/jam, N=140 km/jam, P=150 km/jam, Q=160 km/jam, R=170 km/jam, S=180 km/jam, V-240 km/jam, T=190 km/jam, U=200 km/jam, dan H=210 km/jam. 2. Manufactured dan Brand Produsen ban dan nama produknya 3. Made in (Indonesia) dan SNI (Indonesia) Negara pembuat dan ban sudah melewati batas standardisasi yang ditetapkan di negara sendiri. 4. Logo segitiga atau TWI (Tread Wear Indication) Batas pemakaian ban. Biasanya jika diteruskan dengan menarik garis ke arah tapak ban, maka akan ada tanda lainnya, berupa bar yang menghubungkan antar kembang ban. Ketika sudah saling berhubungan, berarti ban sudah tergolong botak dan harus cepat diganti. 5.Racikan ban Contohnya, Plies:Tread 2 Polyester 2 DSteel I Nylon, Sidewall 2 Polyester yang bisa menunjukkan kalau tapak terdiri dari 2 Polyester, 2 Steel dan 1 nylon, sedang bagian dinding ban hanya 2 polyester. 6. Production date Tanggal pembuatan yang dicetak dalam bentuk lonjong atau elips. 4 angka terakhir di dalam bidang itu menunjukkan ban diproduksi dengan rincian, 2 angka terakhir tahun produksi dan 2 angka awal ( di depannya) minggu ke berapa (dalam satu tahun). 7. E Mark Di beberapa ban, tanda ini menunjukkan di negara mana saja bisa diterima. Semisal E1 bisa diterima di Jerman, E2 Perancis, E3 di Italia atau E4 belanda. 8. Kompon ban Untuk ban ada jenis komponnya, yakni SS (super soft), S (soft), M (Medium), MH (medium Hard), dan H (Hard). Ban dengan kompon S lebih mencengkeram ke aspal, namun lebih cepat aus. Terlebih cara mengemudi tergolong kasar. (Rudy, Diesta)/kompas.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.