Berwisata melihat Bunga Sakura

27 04 2009

Haru ga kita da yo! –  musim semi telah datang loh! :) , yaa… hari ini di Jepang sudah masuk musim semi, saat dimana semua bunga bermekaran dengan indah tak terkecuali bunga yang menjadi nama lain negeri matahari terbit ini, bunga sakura. Pohon sakura yang tidak lain adalah salah satu trademark dan ikon jepang di dunia ternyata berbunga hanya setahun sekali yaitu di bulan ini. Di pulau Honshu, kuncup bunga sakura jenis someiyoshino mulai terlihat di akhir musim dingin dan bunganya mekar di akhir bulan Maret sampai awal bulan April di saat cuaca mulai hangat. Di Jepang, mekarnya sakura jenis someiyoshino dimulai dari Okinawa di bulan Februari, dilanjutkan di pulau Honshu bagian sebelah barat, sampai di Tokyo, Osaka, Kyoto pada sekitar akhir Maret sampai awal April, lalu bergerak sedikit demi sedikit ke utara, dan berakhir di Hokkaido di saat liburan Golden Week. Setiap tahunnya pengamat sakura mengeluarkan peta pergerakan mekarnya bunga sakura someiyoshino dari barat ke timur lalu utara yang disebut sakurazensen. Dengan menggunakan peta sakurazensen dapat diketahui lokasi bunga sakura yang sedang mekar pada saat tertentu.

Di Tokyo, saya setidaknya telah menikmati indahnya bunga ini seminggu terakhir di tengah suhu yang masih berkisar antara 5 derajat c sampai 12 derajat c.  Cuaca yang aneh memang, karena tidak semestinya kita menikmati indahnya bunga sakura di suhu sedingin itu. bahkan yang aneh lagi, seminggu yang lalu sempat turun salju walau hanya sebentar saja. Kembali lagi ke topik semula tentang sakura, pohon sakura adalah salah satu pohon yang tergolong dalam familia Rosaceae, genus Prunus sejenis dengan pohon prem, persik, atau aprikot, tetapi secara umum sakura digolongkan dalam subgenus sakura. Asal-usul kata “sakura” adalah kata “saku” (bahasa Jepang untuk “mekar”) ditambah akhiran yang menyatakan bentuk jamak “ra“. Dalam bahasa Inggris, bunga sakura disebut cherry blossoms.

Ciri khas sakura jenis someiyoshino adalah bunganya yang lebih dahulu mekar sebelum daun-daunnya mulai keluar. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan batang pohon yang berada di lokasi yang sama, bunganya mulai mekar secara serentak dan rontok satu per satu pada saat yang hampir bersamaan. Bunga sakura jenis someiyoshino hanya dapat bertahan kurang lebih 7 sampai 10 hari dihitung mulai dari kuncup bunga terbuka hingga bunga mulai rontok. Rontoknya bunga sakura tergantung pada keadaan cuaca dan sering dipercepat oleh hujan lebat dan angin kencang. Beberapa jenis burung dikenal suka memakan bagian bunga yang berasa manis, sedangkan burung merpati memakan seluruh bagian bunga.

Sampai saat ini mungkin kita hanya mengenal sakura ya sakura yang berwarna pink padahal sebenarnya tidak hanya warna pink. Warna bunga tergantung pada spesiesnya, ada yang berwarna putih dengan sedikit warna merah jambu, kuning muda, merah jambu, hijau muda atau merah menyala. Bunga sakura juga digolongkan menjadi 3 jenis berdasarkan susunan daun mahkota: bunga tunggal dengan daun mahkota selapis, bunga ganda dengan daun mahkota berlapis, dan bunga semi ganda.

Di Jepang terdapat standar untuk menyampaikan informasi tingkat mekar bunga sakura, mulai dari terbukanya kuncup bunga (kaika), mekarnya 10% dari kuncup bunga yang ada di pohon (ichibuzaki) sampai bunga mekar seluruhnya (mankai). Bunga yang rontok segera digantikan dengan keluarnya daun-daun muda. Pohon sakura yang bunganya mulai rontok dan mulai tumbuh daun-daun muda sebanyak 10% disebut ichibu hazakura. Sementara itu, pohon sakura yang semua bunga sudah rontok dan hanya mempunyai daun-daun muda disebut hazakura (sakura daun).

Pada saat sakura bermekaran, ada tradisi di Jepang yang sangat populer yaitu tradisi melihat bunga sakura, atau biasa disebut hanami- diambil dari kata hana = bunga, dan mi (miru)= melihat. Pernah lihat salah satu sketsa film crayon shinchan tentang kegiatan melihat bunga sakura? ya kurang lebih seperti itulah yang terjadi di Jepang. Acara hanami dilakukan dengan bersama-sama rekan kantor, keluarga, teman kuliah dengan membawa alas atau tikar kemudian duduk mengobrol dengan santai di bawah bunga sakura. Masing-masing membawa bekal untuk dimakan bersama-sama. Pada umumnya hanami dilakukan di taman-taman sakura yang merupakan titik sentral kegiatan hanami. Tidak jarang kita harus melakukan booking terlebih dahulu sejak subuh hari untuk mendapatkan tempat yang kita inginkan, kemudian memberi tanda bahwa tempat itu telah kita booking dan datang ke tempat itu lagi kira-kira pukul 10 pagi. Kegiatan selanjutnya adalah mengobrol santai sampai dengan waktu makan siang, makan bekal makan siang yang dibawa dari rumah, dan diakhiri dengan berfoto-foto ria dekat pohon sakura.  Sungguh kegiatan yang sangat menyenangkan bukan ? yuk hanami…. :)

About these ads

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.781 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: