Berapa Frekuensi Bercinta yang Normal?

12 07 2009
Frekuensi bercinta yang normal bisa berbeda antara pria dan wanita.
Petti Lubis, Nerisa

Hubungan seks bagi pasangan yang sudah cukup lama bersama seringkali menjadi sesuatu yang hambar. Awalnya, Anda akan memasuki tahap pemanasan. Kemudian, masa kejantanan dan perlahan gairah pun memudar.

Bagi beberapa pasangan, skenario terbaik bagi pasangan “lama” adalah menekan gairah dan memadamkan lampu kamar setiap malam. Bahkan, kadang salah seorang yang cukup realistis di antaranya tidur di sisi kanan dan pasangannya yang cukup frustasi di sisi kiri.

Mantan editor The Erotic Review, Rowan Pelling dalam surat kabar Daily Mail sempat menerima surat pembaca dari seorang wanita yang telah memiliki dua orang anak. Dalam suratnya, wanita itu mengungkapkan, hubungan seks yang diinginkan hanya berjalan sebanyak satu atau dua kali dalam sebulan. Sementara itu, sang suami malah berharap istrinya bisa bersikap “normal” dan bercinta beberapa kali dalam seminggu.

Menanggapi hal itu, Pelling fokus pada kata “normal”, serta bagaimana “normal” bisa diterima dalam suatu hubungan dan seks. Padahal, pengasuh rubrik lain mungkin akan menyarankan sang istri untuk menggunakan lingerie seksi serta lilin wangi untuk meningkatkan nafsunya.

“Hubungan jangka panjang memiliki keunikan masing-masing dan cenderung misterius,” jelasnya. “Survey hubungan seks biasanya hanya mengatakan jumlah frekuensi bercinta pasangan dalam seminggu. Tapi, tidak menyentuh penyebab gangguan hubungan percintaan itu.”

Pelling menambahkan, libido atau nafsu seks adalah sesuatu yang mudah berubah. Kaum wanita memiliki waktu penuh hasrat selama seminggu, saat masa suburnya. Pada masa itu, kaum hawa bisa menikmati hubungan seksnya setiap malam dan masa tersebut adalah masa-masa sangat menggairahkan.

Sedangkan, sepuluh hari setelah masa subur menjadi ‘masa lapuk’, ketika wanita sudah tidak lagi merasa diinginkan. Ini adalah masa ketika hubungan seks menjadi beban. “Terkadang, seks menjadi sesuatu yang harus dilakukan, bukan sesuatu yang akan dirindukan saat tidak melakukannya,” kata Pelling.

—–


Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.