Memperbaiki “Budgeting” Keuangan Pribadi

13 07 2009
Perhitungkan pengeluaran dan seimbangkan dengan pemasukan Anda. Jangan hanya menghitung bulanan, usahakan untuk menghitung pemasukan dan pengeluaran tahunan juga.

Budgeting adalah sebuah tindakan untuk merencanakan ke mana uang hasil jerih payah Anda akan berlabuh. Apakah sebagian akan dialokasikan ke tabungan khusus untuk membeli rumah, atau akan berpindah ke kasir di mal. Jika Anda memiliki mimpi hidup tenang dan tak kesulitan  keuangan di masa mendatang, harus pandai-pandai mengatur keuangan Anda.

Akan pergi ke mana?
Langkah pertama untuk mengatur keuangan adalah menentukan posting-posting utama. Perkirakan apa saja biaya yang sering Anda keluarkan, dan berapa jumlahnya. Beberapa yang mesti dipertimbangkan adalah:
* Biaya tempat tinggal, misalnya cicilan KPR, kontrakan, atau lainnya. Termasuk juga biaya rekening (listrik, air, keamanan, kebersihan, asuransi rumah, dan sebagainya). Jangan lupa menghitung biaya pengeluaran bulanan untuk makanan, dan hiburan.
* Buat kategori-kategori yang sesuai dengan gaya hidup. Anda mungkin memiliki pokok-pokok kategori yang berhubungan dengan pendidikan (biaya sekolah anak/Anda sendiri, buku-buku, fotokopi), atau biaya memelihara binatang peliharaan, atau biaya perjalanan rutin. Jika Anda memiliki hobi yang membutuhkan biaya khusus, jadikan kategori tersendiri.
* Tagihan yang besar dan harus dibayarkan secara berkala. Misalnya, asuransi jiwa.
* Cobalah untuk membuat kategori tersendiri untuk biaya kendaraan pribadi. Pembayaran untuk pembelian hanyalah bagian awalnya. Anda masih memerlukan biaya servis bulanannya, biaya kebersihannya, biaya pajaknya, hingga biaya SIM Anda.

Bayar pakai apa?

Ketika sudah terdata, apa saja pengeluaran Anda, mulailah untuk menghitung pemasukan Anda. Kalkulasikan rata-rata penghasilan per bulannya. Jangan lupa masukkan perhitungan pemasukan dari bunga tabungan atau bunga deposito, dividen, bonus, atau tunjangan lainnya. Ketika Anda sudah tahu betul berapa banyak penghasilan Anda dan berapa pengeluaran Anda, putuskan ke mana dan bagaimana Anda akan membagi keuangannya. Buatlah pembagiannya per bulan. Perkirakan pula biaya-biaya tak diduga, misalnya untuk membeli baju untuk acara istimewa, aksesori, hingga pembagian untuk pengeluaran uang angpau, uang amal, dan sebagainya.

Jangan lupa:
* Berapa banyak pengeluaran untuk keinginan dan kebutuhan. Kebutuhan yang aktual, umumnya terbatas, untuk sandang, pangan, dan papan. Sisanya, kebanyakan adalah membuat pengeluaran berdasarkan keinginan.
* Anda juga bisa mencoba menggunakan solusi menabung dengan sistem 60 persen. Pengeluaran esensial dan penting datang dari 60 persen penghasilan Anda, sisanya digunakan untuk uang pensiun, bayar cicilan, uang hiburan, dan lainnya.
* Tabungan hari tua. Bagaimanapun, Anda harus menabung untuk hari tua, kan? Jadikan hal ini sebagai prioritas, setelah itu baru bayar hutang yang lain.
* Jangan lupa membuat sebuah pundi darurat. Ini memang akan terasa berat. Namun, siapa yang bisa memprediksi masa depan? Jika Anda tak memiliki dana darurat, siapa yang bisa menolong Anda di masa-masa sulit atau transisi?

Awasi kebiasaan Anda

Ketika Anda sudah membagi-bagi kategori keuangan Anda dan mulai terbiasa untuk menghitung keuangan, awasi penggunaan keuangan Anda. Mulailah menghitungnya dengan pengeluaran mingguan, bulanan, dan selanjutnya.
* TV berbayar dan internet unlimited. Apakah Anda akan membutuhkan paket internet unlimited atau berlangganan penuh televisi berbayar? Atau apakah Anda benar-benar membutuhkan dua nomor ponsel? Atau, apakah Anda bisa lebih hemat dalam membeli barang bulanan dalam jumlah besar ketimbang membelinya eceran.
* Mengambil uang tunai sebanyak-banyaknya. Apakah Anda termasuk orang yang terbiasa mengambil uang dalam jumlah besar dari ATM, lalu menghabiskan uang tunai yang ada di dompet? Ada sebagian orang yang lebih memilih membayar barang yang pembayarannya lebih dari Rp 150.000 lewat debet saja. Kebanyakan orang yang memiliki kartu debet seringkali berpikir dua kali untuk membayar barang dengan harga mahal. Kartu kredit justru cenderung membuat orang tak berpikir panjang untuk membeli barang.

Membiasakan diri untuk mengatur keuangan
Budgeting yang sukses memerlukan waktu dan kemauan. Jadi, jangan takut jika tak berhasil mencapai gol bulanan pertama Anda. Berikut adalah beberapa ide untuk membuatnya lebih mudah:
* Tuliskan. Jika tidak, Anda bisa saja terlupa dan tidak mematuhi peraturan yang Anda buat sendiri.
* Ketika Anda kejatuhan rezeki di luar perkiraan, Anda bisa “menginvestasikannya” ke utang-utang yang cukup besar. Misal, membayar uang cicilan KPR, atau menyisakan untuk berlibur atau memberikan hadiah untuk orang terkasih.
* Biasakan untuk berpikir ke depan. Jika Anda sudah mengetahui bahwa situasi akan berubah, misal bayi kedua akan lahir, kamar mandi perlu direnovasi, rencanakan ulang. Usahakan Anda tidak menimbun hutang dengan menggunakan kartu kredit lebih sering.
* Ketika penghasilan Anda meningkat, jangan berfoya-foya hingga Anda yakin sudah bisa selangkah lebih maju dari inflasi keuangan. Kepandaian dalam mengatur keuangan akan makin terasah semakin Anda terus melakukannya.
NAD

About these ads

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.782 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: