
Reuters
Las Vegas – Miguel Cotto mengaku kewalahan menghadapi Manny Pacquiao. Salah satu yang membuat petinju asal Puerto Riko ini kesulitan adalah kecepatan Pac-Man.
Pada pertandingan yang dilangsungkan di MGM Grand Garden Arena, Minggu (15/11/2009) siang WIB, Cotto awalnya sempat bisa mengimbangi permainan Pacquiao. Namun itu hanya berlangsung sampai ronde keempat.
Ketika Pacquiao terus mempertahankan kecepatannya dan memberondong Cotto dengan pukulan kombinasi, petinju berusia 29 tahun ini hanya bisa bertahan. Berkali-kali ia dibuat terpojok dan diselamatkan oleh bel.
Pada akhirnya di ronde kedua belas, Cotto pun takluk. Wasit Kenny Bayless menghentikan pertarungan ketika dirinya tengah tersudut di sisi ring dengan pelipis kiri berdarah.
Bayless menganggap, kalau dilanjutkan lagi mungkin pertarungan tersebut akan membahayakan Cotto. Kala itu laga di atas ring masih menyisakan waktu 2 menit menuju akhir ronde.
“Saya tak tahu darimana arah datangnya pukulan-pukulan tersebut. Manny Pacquiao adalah salah petinju terbaik yang pernah saya hadapi,” aku Cotto seperti dilansir Yahoosports.
Kekalahan itu membuat Cotto kehilangan gelar juara dunia kelas welter WBO. Sementara bagi Pacquiao, gelar tersebut membuatnya mencatat rekor; menjadi petinju pertama yang meraih tujuh gelar juara di tujuh kelas berbeda.
( roz / roz )


















my coment