Seru! Korea Versus China di Ranah Qwerty

16 11 2009
| Dian Pitaloka Saraswati |

hpcinavskorea_cheppy-a-muchlis-editPASAR ponsel bertombol qwerty kini menjadi kian panas setelah kedatangan Samsung dan LG. Vendor asal Korea Selatan (Korsel) itu baru saja mengeluarkan seri ponsel qwerty teranyar yang menyasar pasar kelas menengah ke bawah.

Rupanya mereka melihat pasar ponsel qwerty sangat empuk. Padahal, sebelumnya, ponsel asal Korsel berkiblat pada Eropa dan Amerika Serikat. Di dua kawasan tersebut, Samsung dan LG menghadirkan ponsel pintar dengan desain yang cantik. Atau, ponsel dengan spesifikasi khusus, misalnya untuk musik atau memotret.

Mari kita tengok Samsung yang sudah asyik ber-qwerty di beberapa   ponsel pintar. Sebut saja seri I 600, atau seri I780. Sementara, untuk jajaran kelas menengah muncul seri Corby seharga Rp 1,4 jutaan. Rupanya, Samsung sering ingin menghadang kedigdayaan ponsel China di ranah qwerty yang mirip-mirip BlackBerry.

Menurut Romeo Michael Vau, Manajer Produk Divisi Handheld Production PT Samsung Electronics Indonesia, Corby menyuguhkan dinamika unik lewat bentuk casing dan lekuk yang seksi plus warna atraktif. “Corby mengesankan qwerty phone yang lebih fun, berjiwa muda, dinamis, dengan kemampuan qwerty yang mumpuni juga,” katanya.

Keunikan produk ini memang terlihat dari penampilan luarnya yang futuristik. Ketika menjelajah ke dalam, ada beberapa fitur umum di kelas middle end, yakni kamera 2 megapiksel, radio, dan slot charger micro USB. Fitur terakhir ini memudahkan pengisian baterai.

Paling istimewa adalah memori internal Corby yang gemuk, yakni 37 megabyte (Mb). Jangan lupakan juga tampilan antarmuka (interface) yang unik karena berbentuk kartun. Tentu saja ada kemudahan ke situs-situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan  My Space. Lalu, tersedia pula link ke YouTube, Flickr, Friendster, Picasa, dan Photobucket.

Tapi, tentu saja Corby memiliki kelemahan, yakni koneksi internetnya masih GPRS kelas 10.

Pertumbuhan hingga 200%

Kalau kurang puas, liriklah seri C6625 seharga Rp 2,5 jutaan. Ponsel pintar dengan sistem operasi Windows Mobile ini mendapat sambutan hangat dari pasar. Samsung mengklaim, seri ini terjual 10.000 unit per bulan.

Di kelas yang sama, C6625 mendapat saingan ketat dari Motorola Q9. “Kami melihat, potensi ponsel qwerty di Indonesia sangat besar, tidak mungkin dilewatkan begitu saja. Pertumbuhannya sampai 200%,” kata Romeo.

Sementara, LG mengandalkan seri  GW300. Ponsel ini sedikit unggul dari Corby karena memiliki  koneksi internet GPRS  kelas 12, jadi sekelas EDGE. Hanya saja, jeroan GW300 tidak sebohai Corby, hanya 15 Mb.

Meski begitu, LG memiliki layar lebih besar ketimbang Corby. Juga ada fitur LiveSquare. Fasilitas ini memungkinkan para pengguna menyimpan nomor kontak telepon dalam bentuk avatar.

Usun Pringgodigdo, General Manager LG Mobile Communications Indonesia, mengakui bahwa pihaknya mengambil celah di pasar qwerty yang sudah dijejali ponsel China. Ia juga mencoba menguak belenggu ponsel pintar yang dijejali BlackBerry, Nokia seri E, dan juga iPhone. Maka, LG GW300 dijual seharga Rp 1,5 juta, mendekati ponsel China yang seharga Rp 700.000–Rp 1,1 juta.

Satu aplikasi unik dari produk LG ini adalah adanya aplikasi religius, yakni aplikasi Al Quran dan Alkitab. Ayo, pilih China atau Korsel?





Merawat Pelek demi Keselamatan Pengendara

16 11 2009

| Dian Pitaloka Saraswati | Kun Wahyu Winasis |

Minggu, 18 Oktober 2009

vleg_evorracingindonetworkcoid-editTENTUNYA Anda mahfum bahwa ban memiliki hopeng yang sangat dekat. Dia adalah pelek. Kedua produk ini ibarat dua sisi mata uang, tak terpisahkan. Itu sebabnya, para pengguna motor disarankan tidak sembarangan mengganti pelek.

Ahli setel pelek Teja Adipura mengatakan, penggantian pelek harus disesuaikan dengan kebutuhan pengendara. Pemilik Image Motor itu menambahkan, selama ini ada beberapa alasan yang membuat pemilik kendaraan mengganti pelek. Misalnya, untuk kebutuhan, gaya, atau semata-mata karena hobi. Padahal, seharusnya pergantian itu hanya dilakukan ketika pelek yang ada sudah tidak layak pakai atau tidak cocok dengan kondisi motor.

Sehingga, melalui penggantian pelek, si pengendara bisa mendapatkan kenyamanan saat memakai kendaraan. Teja bilang, banyak pemilik kendaraan sering memaksakan diri ketika mengganti pelek. Biasanya ini dilakukan hanya untuk bergaya atau menyalurkan hobi.

Tapi, akibatnya, motor menjadi tidak nyaman ketika dikendarai. Ketidaknyamanan itu lantaran poros ban dengan poros pelek tidak sesuai. “Jadi, kalau diputar gulirannya kelihatan tidak lurus. Ini membuat motor tak enak dipakai,” katanya.

Kepada para pemakai roda dua, Teja menyarankan agar selalu mengecek kondisi pelek. Biasanya, pengecekan dilakukan setiap kelipatan 10.000 kilometer. Banyaknya jalanan berlubang bisa membuat kondisi pelek berubah. Apalagi jika pengendara sering berjalan di jalanan berlubang.

Setelan pelek bisa bergeser karena getaran mesin yang terus menerus. Makanya, banyak pemilik kendaraan yang datang ke bengkel milik Teja untuk memperbaiki kondisi pelek motor yang mulai bergeser. “Bahkan, ada yang peleknya minta disetel ketika baru membeli sepeda motor,” katanya.

Bagi pengguna pelek jari-jari, Teja meminta mereka untuk rutin memperbaiki setelan. Agar mendapatkan setelan yang baik, tekanan tiap jari harus pas. Pada setiap pelek, jumlah jari-jari minimal 36. Apabila dimodifikasi harus kelipatan 9 biji.

Selama ini, konsumen lebih banyak memakai pelek jari-jari. Selain harganya lebih miring, perbaikan si jari-jari juga tak membutuhkan biaya besar.

Namun, hati-hati, jenis pelek ini juga tidak bebas masalah. Jika salah satu jarinya hilang atau keropos, pelek bisa ikut rusak. Apalagi saat musim hujan. Sebab air hujan bisa membuat korosi dan merontokkan jari-jari pelek. “Maka dari itu, pemilik motor harus rajin-rajin mencucinya,” kata Teja.

Berbeda dengan pelek jari-jari, penyetelan pelek racing jauh lebih sulit. Pasalnya, pelek jenis ini rata-rata terbuat dari campuran karbon, besi, dan aluminium yang lebih keras.

Jika tidak berhati-hati, penyetelan yang dilakukan bisa merusak kondisi pelek. Risikonya, pelek bisa patah atau jika rusak bisa sangat parah.

Pelek racing atau chassis wheel memang lebih kuat dan antikarat. Namun, pelek ini lebih cocok di medan aspal atau beton. Untuk jalanan mendaki atau di bebatuan terjal, risiko pelek patah lebih besar.

Teja mengatakan pelek aluminium juga memiliki kelemahan. Lantaran bahan bakunya lebih lunak, pelek jenis ini rentan patah. Makanya, Teja menyarankan pengendara motor memilih pelek dengan merek yang sudah terjamin. Sebab, meski harganya lebih mahal, jaminan keselamatannya lebih tinggi.

Nah, bila Anda hendak mengganti pelek, jangan lupa melakukan balancing. Ini dilakukan agar sumbu ban depan selaras dengan ban belakang.

Oh, iya, saat memilih pelek sebaiknya Anda menyesuaikan dengan jenis ban. Apakah ban tubeless atau ban biasa. Sebab, pelek ban tubeless memiliki penanda posisi dan ketepatan besarnya tekanan angin. “Jika ban dan pelek cocok, berkendara jadi enak kan?” katanya. Iya, namanya juga sobat dekat.





Belum Dilirik, meski Punya Banyak Keunggulan

16 11 2009
| Nuria Bonita |
Senin, 16 November 2009

motorinjeksiKENDATI lebih irit, motor dengan sistem injeksi masih kalah pamor dengan motor berkarburator. Tapi, melihat keunggulan sistem injeksi dibanding karburator, bukan berarti prospek penjualan motor jenis ini suram.

Saat ini memang tak perlu heran kalau penjualan motor injeksi di Indonesia masih kalah dengan motor karburator. Namun demikian, tren penjualan sistem injeksi terus menunjukkan peningkatan. Misalnya, penjualan Honda Supra X 125 PGM-F1. Pada tahun pertama peluncuran produk ini pada 2005 lalu, Honda hanya sanggup menjual 1.500 unit per bulan. Tapi, mulai tahun lalu, penjualan motor ini merangkak naik jadi 4.000 unit per bulan.

Yang lebih spektakuler lagi adalah Yamaha V-ixion. Motor sport injeksi keluaran Yamaha ini rata-rata penjualannya bisa mencapai 15.000 per bulan. “Ini membuktikan bahwa konsumen mulai mengerti kelebihan motor injeksi,” tutur Sigit Kumala, General Manager Marketing PT Astra Honda Motor.

Apalagi, lanjut Sigit, motor injeksi ini telah menjadi tren di berbagai negara di Asia. Bahkan, di Jepang, sekitar 70% motor sudah menggunakan sistem injeksi. Terutama setelah isu pemanasan global semakin menghangat, sehingga penggunaan kendaraan ramah lingkungan pun menjadi semakin marak.

Kini, untuk kawasan Asia sedang gencar diperkenalkan penggunaan standar emisi gas buang Euro 3. Tentu hal ini akan mengubah pabrikan motor dalam menerapkan teknologi pada produksi mereka.

Namun, menurut Sigit, di Indonesia masih banyak penghambat berkembangnya motor injeksi. Pertama, ada  hambatan dari sisi pemerintahan yaitu mengenai kebijakan bea masuk komponen impor. “Bila bea masuk masih mahal, maka pabrikan juga masih segan membanjiri Indonesia dengan produk sepeda motor injeksi,” imbuhnya.

Kedua, perlu kualitas bahan bakar yang sesuai dengan motor injeksi. Motor sistem injeksi ini memerlukan bahan bakar yang 100% bebas timbal. “Kalau kedua hal itu terpenuhi, pun paling cepat baru berkembang tiga tahun atau empat tahun lagi,” katanya.

Bahkan Freddyanto Budi, Manajer Pemasaran Kawasaki Motor Indonesia, bilang motor injeksi ini baru booming di Indonesia paling cepat lima tahun ke depan. “Kuncinya pada pemahaman produk. Masyarakat kita masih banyak yang belum mengerti apa itu motor sistem injeksi,” ujar Freddyanto.

Freddyanto menengarai, respons konsumen yang adem ayem saat peluncuran motor sistem injeksi menunjukkan rendahnya pengetahuan masyarakat akan teknologi injeksi. Padahal, untuk memberi pemahaman soal teknologi ini jelas membutuhkan waktu yang tak pendek.





Law Abiding Citizen: Adakah Warga Yang Kebal Hukum

16 11 2009


| Roy Franedya |
Minggu, 8 November 2009

law_abiding_citizen_wwwallmoviephotocom-editFILM besutan F. Gary Gray berkisah tentang Clyde Shelton (Gerard Butler) seorang kepala keluarga nan penyayang yang mengalami nasib tragis. Istri dan kedua anaknya tewas dalam sebuah perampokan.

Jaksa Penuntut Philadelpia, Nick Rice (James Foxx), bertugas menangani kasus ini. Hanya saja, atasan Nick memaksanya untuk membiarkan salah satu tersangka bebas. Imbalannya, tersangka yang bebas itu akan bersaksi untuk memberatkan temannya.

Tentu saja, hal ini menyulut  kemarahan Clyde. Sayangnya, ia tak bisa berbuat apa-apa lantaran sistem yang tak memungkinkan.

Hingga sepuluh tahun berlalu, tersangka yang bebas itu ditemukan tewas. Clyde pun mengaku sebagai pembunuhnya.

Namun ini bukan akhir segalanya. Clyde meminta Nick untuk memperbaiki sistem peradilan yang membuat penjahat bisa bebas atau ada yang mati.Ketika Clyde dipenjara, satu per satu orang yang dianggap punya hubungan dengan kasus Clyde pun tewas.

Kota Philadelphia pun dilanda teror. Pihak berwenang tak habis pikir, bagaimana bisa seorang yang berada dalam penjara bisa melakukan pembunuhan ini? Apakah dia mempunyai suruhan yang melakukan hal ini?

Inilah kekuatan film Law Abiding Citizen. Sutradara berusaha mengekplorasi daerah abu-abu antara hal baik, jahat dan ambiguitas moral dari sebuah sistem peradilan di Amerika. “Film ini sangat riel, mendekati kenyataan,” ujar Laremy Legal, seorang kritikus seperti dikutip Film.com

Laremy juga menuturkan, Law Abiding Citizen film menampilkan arus flash back yang unik. Bukannya mengecoh atau menuntut konsentrasi penonton, alur flash back berfungsi untuk memperjelas kejadian-kejadian yang ada. “Penonton pun tak terlalu dibuat pusing karena flash back itu,” kata Laremy.

Maklum, sutradara F. Gary Gray bukan orang baru dalam dunia film. Selain menyutradarai 30 video musik, Gray juga sukses dengan film pertamanya Friday yang disusul oleh kesuksesan The Negosiator.

Film ini juga layak ditonton oleh siapa saja. Dari film ini,  kita akan mendapat pelajaran betapa hukum tak selamanya bersih. Sebuah kritik bagi peradilan di seluruh dunia.

Durasi: 1 jam 48 menit
Genre: Drama
Dirilis: 16 Oktober 2009
Distributor: Overture Films
Pemain: Jamie Foxx, Gerard Butler





Makin Gencar Memikat Konsumen asal Indonesia

16 11 2009
| Adi Wikanto | Havid Vebri |
Sabtu, 31 Oktober 2009

propertiminggu3_k_muradiBAGAI harimau lapar sedang mencari mangsa. Itu perumpamaan yang cocok menggambarkan aksi perusahaan broker properti asing sekarang ini. Buktinya, belakangan ini makelar properti asing kembali bermunculan untuk menawarkan dan memasarkan properti di Indonesia. Silakan tengok iklan-iklan di media massa. Dengan mudah Anda dapat menemui sejumlah iklan properti asing satu halaman penuh di koran. Lain waktu, muncul iklan dari pesaing yang juga sehalaman penuh.

Agar lebih meyakinkan pembeli, mereka juga kerap menggelar pameran di hotel-hotel berbintang lima. Ambil contoh, Far East, pengembang properti swasta terbesar di Singapura, pertengahan September lalu menggelar pameran apartemen Silversea di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, dan Hotel Shangri-La, Surabaya.

Serbuan agen properti ini tentu bukan tanpa alasan. “Sekarang harga properti di luar negeri memang sedang turun dan akan segera naik dalam waktu dekat. Jadi, sekarang mereka gencar menawarkan ke konsumen lagi,” kata Djodi Trisusanto, Wakil Direktur Jones Lang LaSalle Indonesia. Baca entri selengkapnya »





Sektor Perkantoran Mulai Menggeliat

16 11 2009
| Epung Saepudin |
Sabtu, 7 November 2009

weekend-kantor2TAK perlu menunggu ekonomi dunia betul-betul sembuh dari sakit, sektor properti khususnya perkantoran mulai menggeliat. Setelah sempat lesu di paruh pertama tahun ini akibat badai krisis keuangan global, di kuartal ketiga 2009, permintaan ruang kantor pelan-pelan mulai menanjak naik.Riset Jones Lang LaSalle bertajuk Jakarta Property Market Review Third Quarter 2009 yang terbit bulan ini menyebut, sejumlah perusahaan besar mulai bersiap melakukan ekspansi bisnisnya kembali. Sehingga, mereka membutuhkan ruang perkantoran untuk menjalankan aktivitas usaha.

Nah, pebisnis melihat Indonesia sebagai salah satu negara yang tidak terlalu parah terkena imbas krisis global. Sehingga, mereka yakin, Negeri Seribu Pulau ini bakal tumbuh menjadi kawasan ekonomi yang prospektif dan mampu menarik investasi baru, baik dari dalam maupun luar negeri.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, arus investasi asing mulai kembali mengalir deras ke Indonesia sejak pertengahan tahun ini. “Perkantoran komersial akan menjadi sektor properti yang pertama kali bangkit dari pelemahan pasar yang terjadi akibat krisis global tahun lalu,” kata Kepala Riset Jones Lang LaSalle Anton Sitorus.

Menjadi pelopor

Buktinya, Anton mengungkapkan, permintaan ruang perkantoran di central business district (CBD) Jakarta, seperti kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Thamrin, dan Kuningan mulai meningkat. Tingkat penyerapan sepanjang triwulan ketiga 2009 naik hampir dua kali lipat dibanding periode sebelumnya.

Sebetulnya, Kepala Divisi Office Leasing Jones Lang LaSalle Angela Wibawa bilang, aktivitas sewa menyewa ruang perkantoran sudah mulai kelihatan tanda-tanda peningkatan sejak pertengahan 2009 ini, terutama di CBD. “Ini menunjukkan antusiasme di kalangan perusahaan penyewa sudah mulai menguat seiring tanda pemulihan ekonomi,” ujar dia.

Dengan kondisi tersebut, Anton memperkirakan, sektor perkantoran komersial bakal menjadi pelopor dalam pemulihan pasar properti di Jakarta. Hal ini berbeda dengan kondisi setelah krisis ekonomi 1998 lalu. Sektor ritel dan kondominium justru menjadi pendorong pertumbuhan properti.

Saat ini, Anton menjelaskan, prospek pertumbuhan bisnis korporasi lebih dominan dampaknya bagi pertumbuhan pasar properti dalam dua tahun hingga tiga tahun ke depan. “Ini didasari analisis korelasi antara permintaan ruang kantor di Jakarta dengan pertumbuhan investasi asing yang masuk ke dalam negeri,” katanya.

Sekretaris Perusahaan PT Gapura Prima Rosihan Saad mengakui, permintaan ruang kantor terhadap proyek-proyek perkantoran mereka terus naik. “Sebagai contoh, Bellezza yang memang memiliki satu menara perkantoran, saat ini dari sisi permintaan melebihi daya tampung,” ujar dia.

Tren kenaikan permintaan juga dirasakan PT Intiland Tbk. Soalnya, banyak perusahaan yang merelokasi kantor sehingga membutuhkan tambahan ruang baru. Lalu, sejumlah perusahaan melakukan konsolidasi dengan menyatukan kantor-kantor yang terpisah ke satu gedung. Jadi, “Kenaikan lebih ke arah situ, relokasi dan konsolidasi,” kata Sekretaris Perusahaan Intiland Theresia Rustandi.

Tapi, Anton menambahkan, ada juga perusahaan yang sampai akhir tahun ini yang menahan ekspansi bisnis mereka sampai krisis benar-benar membaik. Itu sebabnya, “Untuk sektor perkantoran booming-nya akan terjadi mulai tahun depan seiring dengan membaiknya daya beli dan iklim investasi di Indonesia,” ujar Anton.





Diskon Buku 20% + 10% di Stan KOMPAS

16 11 2009
| Femi Adi Soempeno |
Sabtu, 7 November 2009

bukuJAKARTA. Meski sudah digelar sejak 4 November 2009 lalu, namun acara Indonesia Book Fair ke-29 masih terus digelar oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta hingga 8 November 2009 besok.

Jangan lupa untuk menyambangi Stan KOMPAS. Pasalnya, stan ini memberikan tambahan diskon 20% plus 10% untuk buku baru dan best seller.

Pameran ini digelar dari pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.  Bukan hanya menyuguhkan buku lokal saja, tetapi juga buku impor, alat tulis, mainan edukatif, software dan program diskon yang bejibun.

Sejumlah film juga akan digelar di pameran ini, misalnya saja Laskar Pelangi dan Garuda di Dadaku.  Selain itu, ada konsultasi komik bersama dengan Komikus Muda Indonesia. Jangan lupa untuk memborong koleksi komik-komik kebanggan hasil karya anak Indonesia.

Borong yang banyak, mumpung murah!





Jamsostek Membayar Klaim Rp 6 Triliun

16 11 2009

JAKARTA. Nilai pembayaran klaim asuransi peserta PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) per akhir Oktober 2009 mencapai Rp 6 triliun. Realisasi pembayaran klaim itu jauh lebih tinggi dibandingkan taksiran biaya klaim Jamsostek sepanjang tahun ini, yaitu Rp 4 triliun.

Direktur Utama Jamsostek, Hotbonar Sinaga mengatakan, pembayaran klaim terbesar adalah klaim untuk jaminan hari tua (JHT). “Peserta yang mengajukan klaim JHT per akhir Oktober melampaui biaya klaim JHT kami di sepanjang 2008,” ujar Hotbonar.

Sebagai gambaran, di tahun 2008, peserta Jamsostek yang mencairkan JHT lebih dari 700.000 orang. Mereka yang berhak mengajukan klaim JHT adalah peserta yang sudah pensiun, berusia 55 tahun. Mereka yang sudah berhenti dari pekerjaan selama sebulan dan telah lima tahun menjadi anggota juga berhak mengajukan klaim JHT.

Permohonan klaim selain JHT, semisal Jaminan Keselamatan Kerja (JKK), di tahun ini masih sebanding dengan jumlah di tahun lalu. Klaim JKK yang diterima Jamsostek tahun ini, hingga akhir Oktober mencapai 67.872, atau setara 72% dibanding total klaim tahun lalu, 93.823 orang.

Demikian juga dengan jaminan kematian (JK). Selama 10 bulan di 2009, Jamsostek memenuhi klaim JK dari 9.820 orang, atau setara 62% dari total klaim di sepanjang 2008, yaitu 14.451.

Hotbonar menduga, peningkatan klaim JHT terjadi karena banyaknya bencana alam yang terjadi di Indonesia setahun belakangan ini. “Untuk gempa di Padang, kami membayar klaim Rp 24 miliar. Ini memang di luar prediksi kami,” tambahnya.

Namun, pengelola Jamsostek mengaku tidak kesulitan memenuhi klaim yang naik di luar perkiraan. Hasil investasi Jamsostek sepanjang tahun ini mampu menutup permohonan klaim yang naik.

Hingga akhir kuartal ketiga, hasil investasi bersih Jamsostek Rp 5,7 triliun, atau 91,9% dari target di seluruh tahun 2009, yaitu Rp 6,2 triliun.

Saat ini, Jamsostek menempatkan 45% dana kelolaan di obligasi, 34% berbentuk deposito serta 15% saham. Dan sisanya, 6% dana ditempatkan di berbagai instrumen, termasuk penyertaan langsung.

Jamsostek mencatat laba bersih hingga akhir September sebesar Rp 813 miliar. Sedang target laba bersih 2009 sebesar Rp 1,03 triliun.

Roy Franedya





Motor Sport 200 CC, Pertarungan Sengit di Pasar nan Sempit

16 11 2009
| Kun Wahyu Winasis | Roy Franedya |
Sabtu, 17 Oktober 2009

honda_wwwastra-hondacom-ditIBARAT matahari, pamor sepeda motor sport mulai tergelincir ke ufuk barat. Munculnya beragam varian motor bebek dan bebek matik membuat pasar motor cowok itu kian tergerus.

Walau demikian, pasar sepeda motor kaum adam ini tetap memiliki penggemar setia. Kecepatan dan model yang garang, membuatnya digandrungi kawula muda. Saat ini pangsa pasar sepeda motor sport sekitar 9% dari total penjualan motor atau sebanyak 500.000-an unit per tahun.

Di pasaran, beredar sepeda motor sport beraneka rupa. Jenis dan harga biasanya tergantung besarnya kapasitas mesin. Nah, di antara beragam model yang ditawarkan produsen, motor 200 cc ke atas termasuk paling digemari. Produk di kelas ini juga cukup unik. Baca entri selengkapnya »





Belakang Panggung di Tepi Pantai

16 11 2009

Dyah Megasari |
Sabtu, 14 November 2009

weekend-backstageNONGKRONG asyik di tepi pantai bukan lagi hal yang susah dilakukan di Jakarta. Di BackStage Beach Concert Cafe, Taman Impian Jaya Ancol, Anda bisa menghabiskan malam sembari bersantai bersama teman dekat.

Seperti kebanyakan kafe lainnya, BackStage juga mengusung konsep live music. Pengunjung bisa bersantai sambil menikmati alunan musik di alam terbuka. “Kami memang menciptakan kafe ini sebagai alternatif pengunjung yang ingin bersantai sambil menikmati udara alami,” kata Gazar A Nazarudin, Operasional Manager BackStage.

Setiap hari, BackStage mendatangkan sebuah grup band. Menikmati musik di sini, seperti sedang mengikuti acara konser. Maklum, pengelola BackStage menata panggung layaknya konser. Pengunjung pun bisa request lagu-lagu tertentu sesuai suasana hati.

Lantaran letaknya benar-benar persis di bibir pantai, sebagian besar tempat duduk berada di luar ruang. Alhasil, pengunjung pun bisa langsung menangkap nuansa Teluk Jakarta.

Meski begitu, jangan kecewa bila Anda tak mendengar suara deburan ombak yang kencang seperti di pantai-pantai yang ada di Bali. Maklumlah, pantai yang ada di Ancol merupakan pantai landai. Baca entri selengkapnya »





2010, Defisit Anggaran BI Rp 22,41 Triliun

16 11 2009

 

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan, pada 2010, angka defisit anggaran BI akan lebih besar di tahun ini. Hal itu akan terjadi, jika di tahun ini defisit anggaran BI benar-benar akan mencapai Rp 1,905 triliun.

“Tahun depan kami akan hadapi tantangan yang jauh lebih besar. Sehingga, perkiraan defisit anggaran tahunan BI sebesar Rp 22, 41 triliun,” kata Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam Rapat Kerja dengan Komisi 11 DPR-RI di Gedung DPR, Senin (16/11).

Defisit yang luar biasa besar itu dipicu oleh defisit anggaran kebijakan di tahun depan sebesar Rp 37,40 triliun. Perlu diketahui, anggaran kebijakan BI ini mencakup biaya operasi moneter untuk menjaga stabilitas inflasi dan Rupiah.

Darmin menjelaskan, menjaga stabilitas moneter merupakan tugas utama bank sentral. Dus, berapapun biaya yang dibutuhkan untuk keperluan itu tidak bisa ditawar-tawar lagi. “Tidak boleh lebih, tidak boleh kurang,” katanya.

Sejatinya, instrumen BI untuk mengendalikan moneter sejauh ini adalah Sertifikat Bank Indonesia (SBI). “Ini adalah instrumen moneter yang utama untuk menarik uang dari dan ke masyarakat,” jelas Darmin.

Penempatan dana di SBI baik oleh perbankan maupun investor asing akan diganjar BI dengan bunga. Lazimnya, bunga SBI sebesar suku bunga acuan alias BI rate atau sedikit lebih tinggi. Bunga dari SBI yang sangat besar setiap tahunnya itulah, yang harus ditanggung oleh BI menjadi biaya operasi moneter.

Ruisa Khoiriyah





Ayo, Rebut Pasar Aplikasi dengan Segudang Kreasi

16 11 2009

APPLE IPHONEDI waktu senggang, Heru Widodo selalu ingin dekat dengan ponselnya. Dia suka mengunduh aplikasi yang ditawarkan operator seluler, penyedia konten, maupun vendor ponsel. Favoritnya adalah cerita lucu. “Lumayan menghilangkan stres karena bisa bikin tertawa,” katanya.

Heru merasakan belakangan kian banyak aplikasi yang ditawarkan kepada pengguna ponsel. Misalnya, nada usil, suara berisik, gambar aneh, ramalan, gosip, hingga lagu-lagu. Harganya pun terjangkau, dengan kisaran Rp 1.000 hingga Rp 5.000. “Harga murah ini yang bikin saya tertarik,” imbuhnya.

Jika dilihat, prospek bisnis aplikasi seluler di Indonesia masih menganga. Kondisi ini didukung oleh jumlah pengguna telepon genggam yang mencapai 81 juta pelanggan dengan pertumbuhan 28,26% setahun.

Ridzki Kramadibrata, Wakil Presiden Eksekutif Marketing  dan Produk Bakrie Telecom (BTel), mengakui hal ini. Di BTel sendiri, bisnis aplikasi sudah digenjot sejak dua tahun lalu. “Setiap tahun, pertumbuhannya cukup pesat,” jelasnya.

Pendapat serupa diungkapkan Kemal Arsjad, Direktur PT Diantara Kode Digital (Better-B). Kemal mengatakan, pelanggan sudah tidak tertarik lagi dengan perang tarif operator. “Mereka ingin layanan lebih seperti konten aplikasi,” katanya.

Tak heran, banyak pihak berpaling ke bisnis aplikasi seluler. Ambil contoh, vendor Research In Motion (RIM) selaku produsen BlackbBerry. Untuk menggiatkan aplikasi seru di produknya, BlackBerry menggelar sayembara sejak 13 Oktober lalu. Developer Contest, namanya.

Ada dua kategori peserta, yakni perusahaan dan perorangan. Pemenang kategori perusahaan berhak mengembangkan software bagi BlackBerry. Adapun pemenang individu akan mendapat hadiah dengan total nilai US$ 30.000.

Tidak mau ketinggalan, vendor asal Finlandia, Nokia, juga terus mengembangkan aplikasi. Rencananya, bulan depan, Nokia Indonesia meluncurkan  Nokia Life Tools. Layanan ini ditujukan khusus untuk masyarakat yang belum tersentuh dengan teknologi. Misalnya saja petani dan pelajar yang berada di kota kecil atau pedesaan. Baca entri selengkapnya »





MGM Ingin Jual Aset

16 11 2009

LOS ANGELES. Metro Goldwyn Mayer (MGM) mempertimbangkan menjual aset untuk menyelesaikan utang senilai US$ 3,7 miliar. Jurubicara MGM Susan Arons menyatakan, para kreditur MGM telah bersedia mengundurkan tanggal terakhir MGM bebas mencicil, dari 15 Desember 2009 menjadi 31 Januari 2010.

Nah, dewan Chief Executive MGM yang dibentuk Agustus lalu untuk menyelesaikan masalah utang telah mempertimbangkan sejumlah opsi, termasuk penjualan. Aset MGM yang banyak diminati misalnya adalah hak menyiarkan lebih dari 4.100 judul film.

MGM juga memiliki hak untuk memfilmkan berbagai naskah populer, seperti petualangan agen rahasia Inggris James Bond, ataupun karya JR Tolkien semacam trilogi Lord of The Ring.

Rencana penjualan MGM langsung disambut Lions Gate Enterntainment. “Keputusan final tentu tergantung pada harga yang diminta,” ujar Michael Burns, Vice Chairman dari studio film independen terbesar di dunia itu.

Thomas Hadiwinata Bloomberg








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.