Ayo, Rebut Pasar Aplikasi dengan Segudang Kreasi

16 11 2009

APPLE IPHONEDI waktu senggang, Heru Widodo selalu ingin dekat dengan ponselnya. Dia suka mengunduh aplikasi yang ditawarkan operator seluler, penyedia konten, maupun vendor ponsel. Favoritnya adalah cerita lucu. “Lumayan menghilangkan stres karena bisa bikin tertawa,” katanya.

Heru merasakan belakangan kian banyak aplikasi yang ditawarkan kepada pengguna ponsel. Misalnya, nada usil, suara berisik, gambar aneh, ramalan, gosip, hingga lagu-lagu. Harganya pun terjangkau, dengan kisaran Rp 1.000 hingga Rp 5.000. “Harga murah ini yang bikin saya tertarik,” imbuhnya.

Jika dilihat, prospek bisnis aplikasi seluler di Indonesia masih menganga. Kondisi ini didukung oleh jumlah pengguna telepon genggam yang mencapai 81 juta pelanggan dengan pertumbuhan 28,26% setahun.

Ridzki Kramadibrata, Wakil Presiden Eksekutif Marketing  dan Produk Bakrie Telecom (BTel), mengakui hal ini. Di BTel sendiri, bisnis aplikasi sudah digenjot sejak dua tahun lalu. “Setiap tahun, pertumbuhannya cukup pesat,” jelasnya.

Pendapat serupa diungkapkan Kemal Arsjad, Direktur PT Diantara Kode Digital (Better-B). Kemal mengatakan, pelanggan sudah tidak tertarik lagi dengan perang tarif operator. “Mereka ingin layanan lebih seperti konten aplikasi,” katanya.

Tak heran, banyak pihak berpaling ke bisnis aplikasi seluler. Ambil contoh, vendor Research In Motion (RIM) selaku produsen BlackbBerry. Untuk menggiatkan aplikasi seru di produknya, BlackBerry menggelar sayembara sejak 13 Oktober lalu. Developer Contest, namanya.

Ada dua kategori peserta, yakni perusahaan dan perorangan. Pemenang kategori perusahaan berhak mengembangkan software bagi BlackBerry. Adapun pemenang individu akan mendapat hadiah dengan total nilai US$ 30.000.

Tidak mau ketinggalan, vendor asal Finlandia, Nokia, juga terus mengembangkan aplikasi. Rencananya, bulan depan, Nokia Indonesia meluncurkan  Nokia Life Tools. Layanan ini ditujukan khusus untuk masyarakat yang belum tersentuh dengan teknologi. Misalnya saja petani dan pelajar yang berada di kota kecil atau pedesaan.

Bertahan di musik

Menurut Manajer Produk Nokia Indonesia Legi Sugianto, layanan ini bertujuan menjembatani petani mendapatkan konten informasi berbentuk SMS yang rutin. Isinya tentang tip bertani, harga pupuk, harga hasil panen, sampai info cuaca. Tidak perlu jaringan internet untuk mengakses layanan ini.

Cuma, tidak semua ponsel Nokia memiliki aplikasi ini. Melainkan, tiga ponsel saja, yakni Nokia seri N2330 Classic, N2700 Classic, dan N2323.

Dalam peluncurannya, Nokia sudah menggandeng Departemen Pertanian, BMG, dan lain-lain. “Kami optimistis, dengan peluncuran aplikasi ini penjualan tiga tipe ponsel tadi akan meningkat tajam,” kata Legi.

Jika vendor lain gencar mengembangkan aplikasi unik, lain lagi dengan Sony Ericsson. Ia masih melihat tingginya prospek aplikasi musik. Bulan lalu, Sony Ericsson meluncurkan ring back tone (RBT) yang tertanam langsung di handset. Untuk memuluskan bisnisnya, Sony Ericsson melakukan perjanjian eksklusif dengan provider lokal, PT Alfa Omega.

Direktur Utama PT Alfa Omega Tjandra Tedja bilang, aplikasi buatannya memiliki sejumlah kelebihan. Salah satunya, pelanggan tidak perlu mengirimkan kode-kode tertentu melalui SMS untuk mendapatkan RBT.

Alfa Omega menamakan aplikasi kreasinya sebagai Jari Jempol. Melalui aplikasi ini, para pelanggan dapat mengunduh RBT di situs Jari Jempol secara cuma-cuma. Sudah ada daftar dan kode lagu yang bisa dipilih.

Nantinya, konfirmasi pemilihan RBT akan dikirim ke tiga operator yang menjalin kerjasama dengan Jari Jempol, yaitu XL, Indosat, dan Telkomsel. Sejak diluncurkan bulan lalu, sudah sekitar 1.000 pengguna yang mengakses aplikasi ini.

Perusahaan penyedia konten lain, 7Langit, juga gencar membuat aplikasi. Teranyar, perusahaan yang digawangi Oon Arfiandwi ini menciptakan aplikasi gratis Gempa Loka dan Quran Online, yang bisa diterapkan di BlackBerry. Dengan Gempa Loka, pengguna Blackberry bisa mendapat info seputar gempa dari situs BMKG.

Menurut Oon, selang tiga minggu sejak aplikasi ini diluncurkan, pengakses Gempa Loka sudah mencapai 60.000 pengguna. Sementara, Quran Online mampu menjaring sekitar 10.000 pengguna hanya dalam kurun waktu tiga hari.


Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.