
JAKARTA. Sejak awal semester kedua tahun ini, perekonomi terus menunjukan perbaikan. Kondisi ini mendorong
PT Federal International Finance (FIF) lebih percaya diri menyusun proyeksi bisnis tahun depan. Perusahaan pembiayaan ini optimistis kredit baru mereka pada 2010 nanti akan mencapai Rp 16 triliun.
Nilai tersebut lebih tinggi Rp 3 triliun dari target pembiayaan baru pada 2009 yang hanya sebesar Rp 13 triliun. Menurut Direktur Pemasaran FIF Margono, penyusunan target tersebut disesuaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang naik dari 4% menjadi 5%.
Faktor lain yang mempengaruhi target FIF adalah nilai tukar rupiah yang makin stabil di bawah Rp 10.000 per dolar Amerika Serikat (AS). “Apalagi, tahun depan bisnis kami akan ditopang oleh pemulihan sektor perkebunan dan pertambangan,” ujar Margono Senin (16/11).
Dua sektor agribisnis ini dia perkirakan akan bergairah lagi setelah harga komoditas dan permintaan dari seluruh dunia terus membaik. Akhir tahun lalu, kedua sektor tersebut sempat terseret krisis dan menyebabkan bisnis pembiayaan anjlok.
Namun, dalam mewujudkan target pembiayaan di 2010, Margono menegaskan, FIF tidak akan melakukan ekspansi dengan menambah cabang. Manajemen perusahaan ini menilai, 123 kantor cabang dan 260 cabang kecil yang mereka miliki saat ini cukup sebagai ujung tombak FIF.
Soal kebutuhan modal, FIF akan memenuhinya dari pinjaman bank, atau penerbitan obligasi. “Modal kami cuma Rp 2,5 triliun,” kata Margono.
Sampai Oktober, kredit baru sepeda motor FIF mencapai 680.000 unit, atau kurang dari 160.000 unit dari target akhir tahun. Sedangkan untuk sepeda motor bekas, FIF membiayai 150.500 unit dari target 190.000 unit.
Fransiska Firlana KONTAN


















my coment