
JAKARTA. Kemarin (14/5)Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjungkal lagi menjadi 1.785 alias turun 3,79%. Meski nilai transaksi harian masih mencapai Rp 7,8 triliun, banyak saham blue chips yang harganya merosot. Sebaliknya, sebagian saham lapis dua dan tiga yang berkarakter saham gorengan melesat tinggi.
Beberapa saham malah menyentuh batas autorejection dan kena suspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) karena kenaikan harga yang terlalu cepat. Misalnya, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) serta saham dan waran Seri II PT Dayaindo Resources Intl Tbk (KARK dan KARK-W).
Rabu lalu (13/5), BEI juga menghentikan sementara saham PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk (SULI) dan PT Agis Tbk (TMPI). Selama sepekan hingga Rabu itu, harga TMPI sudah naik 163,38%. Sedangkan SULI naik 170,59% terhitung dari 27 April lalu.
Saham lain yang melejit belakangan ini adalah Truba Alam Manunggal Engineering (TRUB) dan PT Darma Henwa (DEWA). Pemicu kenaikan ini adalah kabar yang berembus di bursa bahwa kedua perusahan ini akan menggarap proyek-proyek pertambangan batubara.
Kepala Riset Batavia Prosperindo Suherman Santikno mengamati, beberapa saham kelas dua memang ikut menanjak dalam sebulan terakhir. “Ada yang memang mempunyai faktor fundamental yang bagus, tapi ada juga yang tidak jelas,” ujarnya.
Beberapa di antaranya malah jelas-jelas saham gorengan para bandar. Ia mencontohkan, kenaikan harga ENRG yang luar biasa. Harga ENRG melejit 183,63% menjadi Rp 485 dalam dua pekan. Padahal, kinerjanya buruk karena merugi 69,8% di tahun 2008.
Suherman melihat, kenaikan harga saham gorengan ini tak akan bertahan lama. “Saham-saham gorengan akan mengalami koreksi,” ujarnya.
Adapun Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing melihat minat beli saham lapis dua dan tiga memang sedang tinggi. “Ibarat kereta, blue chips itu lokomotif yang bergerak duluan, bagian tengah dan ekor yang selama ini diam akhirnya bergerak,” jelasnya.
Cuma, ia mengingatkan saham gorengan ini rentan koreksi. “Bisa drop lagi di jangka pendek,” imbuhnya.
Sholla Taufiq KONTAN


















my coment