Menjaring Laba sekaligus Mengangkat Pamor Kain Tradisi

17 11 2009
| Dupla Kartini PS |
Selasa, 17 November 2009

kain-tapis_k_dupla-kartiniKain tapis dan kain usus memang belum sepopuler batik atau ulos. Tapi, potensi bisnis kerajinan sulam asal Bandar Lampung ini tak kalah menggiurkan. Memakai merek Karya Indah Tapis, Ani Rusmadi membawa kerajinan berbahan kain tradisional ini melanglang Nusantara.
Masih ingat peristiwa 2 Oktober lalu ketika UNESCO, organisasi pendidikan ilmu pengetahuan, dan budaya PBB, menobatkan batik sebagai warisan budaya dunia? Hampir semua warga di pelosok Tanah Air mengenakan batik dengan bangga.
Namun kita semua pasti mafhum, batik bukan satu-satunya kain khas Indonesia. Ada ulos, kain tenun, dan songket. Ada pula, kain usus atau tapis dari Bandar Lam-pung. Sudah pasti, kita ingin ketenaran kain-kain ini bisa setara dengan batik.
Berbekal motivasi untuk memopulerkan kain tapis dan usus, Ani Rusmadi mencoba menciptakan kerajinan tangan berbahan kain asal daerahnya tersebut.
Pada tahun 1992, ibu muda ini mulai menjajal membuat kerajinan tangan dari kain usus dan tapis. Saat itu modal awalnya hanya Rp 500.000. Sebagian modal itu ia habiskan untuk membeli bahan-bahan kerajinan, seperti kain usus dan tapis serta aneka benang dan karton. “Sementara sisanya saya gunakan untuk sewa tempat usaha yang  sederhana,” kenang Ani.
Sejak awal, Ani melakoni bisnisnya bersama seorang rekanan yang kini menjadi suaminya. Ani bertugas membuat desain dan pola sementara sang rekan menjahit pola hingga jadi.
Ketika itu, Ani baru bisa mempekerjakan tiga karyawan. Jadi, paling banter, per hari, Ani memproduksi 50 unit untuk tiap jenis kerajinan tangan, seperti dompet, tas beragam ukuran, serta songkok atau kopiah.
Awalnya, Ani memasarkan produknya di Pasar Bambu Kuning di Bandar Lampung. Lumayan, per bulan, ia bisa meraih pendapatan kotor
Rp 1,5 juta. “Ternyata pasar menerima, banyak juga orang yang pesan langsung ke rumah untuk cinderamata,” tuturnya.
Alhasil, seiring perjalanan waktu, usahanya pun kian berkembang. Tahun 1997, ia mulai mengurus perizinan usahanya, seperti membuat akta di notaris dan nomor pokok wajib pajak (NPWP). Ani memilih nama usahanya Karya Tapis Indah.
Dia pun mulai mengikuti pameran kerajinan tangan yang diadakan Departemen Perindustrian. Dari sini, Ani mulai menemukan jalan untuk melebarkan pasar ke luar Bandar Lampung.
Kini, Ani telah memasarkan produknya hingga ke Jakarta, Medan, dan Kalimantan. Pegawainya pun telah bertambah menjadi sekitar 30 orang. Per hari, produksinya mencapai kisaran 100 unit untuk tiap jenis kerajinan.
Dalam sehari, Ani setidaknya membutuh 100 helai selendang atau kain usus dan tapis untuk membuat tas dan  songkok. Sementara untuk membuat dompet, ia membutuhkan sekitar 25 helai selendang. “Satu selendang harganya Rp 50.000,” ujarnya.
Berarti, sehari Ani menghabiskan sekitar Rp 6,25 juta untuk berbelanja bahan saja. “Kami aktif berproduksi 26 hari karena Minggu libur,” jelasnya.
Ani membanderol harga jual dompet antara Rp 20.000- Rp 70.000 per unit. Adapun, harga tas Rp 15.000-Rp 70.000 dan songkok Rp 25.000-
Rp 50.000. Harga tergantung kerumitan pengerjaannya.
Khusus untuk pesanan dari luar kota, Ani bisa meraih margin laba 50%-70%. Adapun untuk penjualan ke toko-toko cinderamata, marginnya lebih rendah sekitar 25%. Dengan harga dan margin seperti itu, kini Ani meraup omzet sekitar Rp 30 juta per bulan.
Ani bilang, kualitas menjadi kunci utamanya untuk mempertahankan pelanggan. “Kata orang-orang kelebihan produk saya adalah jahitannya lebih rapi dan hasilnya lebih halus dibanding produk serupa lainnya,” ujarnya bangga.
Oh, iya, selain menjalankan usaha kerajinan tangan dari kain usus dan tapis ini, Ani juga membuka pelatihan bagi generasi muda di daerahnya. Dia berharap, mereka pun bisa menghasilkan kerajinan seperti dirinya.


Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.