
JAKARTA. Terhitung 15 Mei 2009 pukul 00.00 WIB, PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang dijual di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) miliknya.
Rilis resmi Pertamina menunjukkan BUMN migas tersebut menurunkan harga BBM non subsidi terdiri dari Pertamax Plus, Pertamax, dan Bio Pertamax antara Rp 200 sampai Rp 300 per liter dibandingkan harga jual 1 Mei 2009. Sementara harga jual Pertamina Dex tidak berubah sama sekali.
Sebut saja harga Pertamax plus di UPms III yang meliputi Jakarta dan sekitarnya turun Rp 200 dari harga jual sebelumnya Rp 6.500 menjadi Rp 6.300 per liter di SPBU. Di wilayah pemasaran yang sama harga Pertamax yang sebelumnya Rp 5.900 turun menjadi Rp 5.600 per liter. Bio Pertamax juga turun dari Rp 5.900 menjadi Rp 5.600 per liter.
“Hanya Pertamina Dex saja yang tidak diturunkan harganya di UPms III, yaitu tetap Rp 79.900 per 10 liter, dan untuk kemasan 20 liter tetap dijual seharga Rp 158.400,” ujar Juru Bicara Pertamina yang baru Basuki Trikora Putra, Kamis (14/5) malam.
Harga BBM non subsidi selalu direview oleh perseroan setiap dua minggu sekali. Biasanya penurunan harga MOPS membuat Pertamina bisa menurunkan harga jual BBM Non Subsidinya.
Selain faktor harga MOPS yang turun, faktor lain yang menyebabkan Pertamina bisa menurunkan harga BBM non subsidi tersebut karena nilai tukar rupiah yang terus menguat atas dolar Amerika Serikat.
Gentur Putro Jati


















my coment