Bisa jadi ini film yang paling ditunggu-tunggu oleh penyuka teori kiamat 2012 di seluruh dunia. Setelah ramai dibahas di internet dan buku, tema ini diangkat ke layar lebar oleh sutradara yang gemar membuat film bertema serupa.
Kiamat sudah dekat. Umur dunia hanya tinggal 3 tahun lagi. Begitulah kepercayaan banyak orang. Coba saja ketik “2012″ di mesin pencari internet, Anda akan menemukan banyak situs yang membahas soal ini.
Tidak hanya itu, buku yang membahas kiamat di 2012 juga lumayan berlimpah, dari terbitan luar negeri sampai yang ditulis pengarang lokal.
Sutradara Hollywood, Roland Emmerich, pun mengangkat fenomena ini ke layar lebar lewat film 2012.
Film ini berangkat dari sudut pandang seorang lelaki biasa, Jackson Curtis (John Cusack), penulis dan peneliti yang menjalani hidup terpisah dengan istri (Amanda Peet) dan anaknya. Menyadari akan timbul bencana besar kiamat, Jackson pun berusaha menyelamatkan keluarganya.
Pada saat bersamaan Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain juga tengah berupaya menangkal bencana tersebut. Mereka membentuk Institute for Human Continuity yang bertugas membangun ‘perahu Nuh’ modern. Perahu tersebut akan diisi oleh orang-orang terpilih untuk menyusun peradaban dan populasi manusia setelah kiamat.
Andalkan spesial efek
Kedengaran klise? Memang. Seperti film-film bertema kiamat lainnyam seperti Armageddon, Deep Impact dan The Day After Tomorrow, jalan cerita 2012 juga bisa ditebak. Emerich memang seperti mengulang fomulanya ketika membuat film bertema kiamat The Day After Tomorrow dan Independence Day.
Film ini mengandalkan spesial efek tercanggih untuk menggambarkan proses terjadinya kiamat. Karena itu, sebaiknya Anda menontonnya di gedung bioskop yang memiliki layar besar dan tata suara megah. Jadi, Anda bisa mendapatkan suasana kedahsyatan kehancuran bumi.
Kali ini Emerich mengambil sumber bencana yang diyakini oleh para ilmuwan memiliki potensi bencana, seperti fenomena supervolcano di Taman Nasional Yellowstone.
Film Kiamat yang Ditunggu-tunggu
20 11 2009| Anna Suci |


















my coment