
JAKARTA. Meski PT Antam Tbk sudah menyatakan mundur untuk kedua kalinya, namun Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar berharap, perusahaan tambang pelat merah ini tetap maju dalam proses divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara.
Soalnya, Mustafa mengungkapkan, belum ada BUMN lain yang berminat membeli saham perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu. “Dana untuk membeli saham Newmont sudah ada, saya sebagai pemegang saham Antam tentu sangat mendambakan supaya itu jadi,” katanya kemarin (19/11).
Menurut Mustafa, formula yang tepat untuk Antam dan masuk secara keekonomian, adalah mendapat 15,5% dari total divestasi saham Newmont jatah 2006-2010 yang mencapai 31%. “Masalahnya pada posisi 50:50, ternyata tidak ada titik temu. Padahal kami ingin sekali BUMN ikut. Sayang sekali,” ujar dia.
Cuma, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa bilang, pemerintah tidak bisa berbuat banyak kalau Antam ngotot tidak mau membeli saham Newmont. Apalagi, hasil perundingan Antam dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (18/11) lalu, merupakan keputusan bussines to bussines. Jadi, “Apapun yang mereka putuskan, itulah keputusannya,” kata Hatta.
Pemerintah pusat selanjutnya bakal menyerahkan proses divestasi saham Newmont kepada Pemerintah (NTB). Tanpa Antam, toh, posisi pemerintah pusat tetap terwakili oleh pemerintah daerah. “Pemerintah pusat atau daerah sama saja, pemerintah semua,” ujar Hatta.
Belum ada pernyataan resmi dari Antam soal permintaan ulang Meneg BUMN supaya mereka tetap maju dalam proses divestasi saham Newmont. Direktur Utama Antam Alwin Syah Loebis tidak menjawab telepon dan pesan singkat dari KONTAN.
Uji Agung Santosa, Hans Henricus


















my coment