Malu, Henry Tantang Irlandia untuk Tanding Ulang

21 11 2009

 

 

BARCELONA, KOMPAS.com – Penyerang tim nasional Perancis, Thierry Henry, mengaku malu dan menyesal atas handsball yang berujung gol ke gawang Irlandia. Menurutnya, satu-satunya cara untuk menebus itu adalah tanding ulang dan ia siap untuk itu.

“Aku telah mengatakan saat itu dan aku akan mengatakan lagi bahwa betul aku menyentuh bola. Aku tidak curang dan tidak pernah (curang). Itu reaksi instingtif ke bola yang dayang secara luar biasa cepat di kotak penalti yang padat. Bila orang-orang melihat melihat tayangan dalam kecepatan penuh (bukan slow motion), Anda akan melihat bahwa itu adalah reaksi instingtif,” ujarnya.

“Secara alami. aku merasa malu atas cara kami menang dan sangat menyesal untuk warga Irlandia yang tentunya pantas berangkat ke (Piala Dunia 2010) Afrika Selatan. Tentu saja, solusi paling adil adalah menggelar tanding ulang pertandingan itu. Namun, itu di luar kewenanganku,” lanjutnya.

Kasus handsball Henry terjadi di leg kedua babak play-off kualifikasi Piala Dunia, di Stade de France, Rabu (18/11). Usai mengendalikan bola dengan tangan, Henry mengirim umpan silang yang berujung terciptanya gol William Gallas.

Gol tersebut membuat Perancis bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Mengingat di leg pertama Perancis unggul 1-0, mereka pun berhak lolos ke putaran final dengan agregat 2-1.

Irlandia sedih, geram, dan kecewa melihat diri mereka tersingkir secara tak adil. Irlandia juga mengecam wasit yang memimpin pertandingan itu, Martin Hansson, karena dinilai tidak cermat dalam memimpin pertandingan. Mereka juga sudah mengajukan permohonan tanding ulang kepada FIFA, namun ditolak.

Henry sendiri sebetulnya sudah mengakui perbuatannya. Namun, menyadari perbuatannya merugikan Irlandia, Perancis, dan dirinya sendiri, ia pun mengaku siap mengulang laga leg kedua itu. Tapi, seperti dikatakannya, kewenangan itu tak berada di tangannya.

Sementara itu, meski tidak mau berkomentar soal pertandingan itu, Hansson tampak terbebani dengan keputusannya yang menghancurkan Irlandia itu. Namun, ia menegaskan, palu telah dijatuhkan dan hidup harus jalan terus.

“Saya tak bisa berkomentar tentang pertandingan itu sendiri. Namun, hidup harus jalan terus dan saya harap, saya juga akan bertahan (dari tekanan keputusan saya sendiri),” ujarnya.

Hansson sendiri masih masuk daftar wasit FIFA yang akan memimpin pertandingan putaran final di Afrika Selatan. Menurut The Sun, ketika diberitahu bahwa namanya belum dicoret, dengan kasar Hansson berkata, “Benarkah (nama saya masih tertera di daftar itu)? Sudahkan itu ada di koran sore? kalau begitu, seharusnya itu benar, iya kan?” (SUN)

TUR


Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.