JAKARTA, KOMPAS.com - Musim hujan sudah tiba. Bagi warga Jakarta, musim hujan berarti musim banjir pun telah tiba. Karena itu, siapkan diri sebaik mungkin, termasuk menyiapkan mental anak-anak Anda menghadapi musibah air bah.
Hal itu disampaikan oleh pemerhati anak Seto Mulyadi. Pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini juga mengalami sendiri menjadi korban air bah. Rumahnya di Jalan Taman Cirendeu Permai terkena luapan air ketika tanggul Situ Gintung, Jakarta Selatan, ambrol tahun lalu.
Semua anggota keluarganya selamat, tapi Kak Seto kehilangan dokumen-dokumen penting yang ia simpan di lantai bawah. Memasuki turunnya hujan pada bulan ini, Kak Seto mau tak mau harus menyiapkan diri menghadapi bahaya banjir yang diprediksi bakal lebih parah dari tahun sebelumnya.
Apalagi, setelah Situ Gintung jebol, semua air akan tumpah ke Kali Pesanggrahan. Soal ancaman banjir itu, Kak Seto mengaku keluarganya sudah siap.
“Memang dari sekarang saya sudah sampaikan kepada anak-anak, kepada keluarga, harus siap karena ini sesuatu yang tidak bisa dihindari,” katanya kepada KOMPAS.com di Jakarta, Kamis (19/11).
Pencipta lagu Si Komo itu menekankan, anak-anak perlu diberitahu sejak dini tentang kesiapan menghadapi banjir. Salah satu caranya dengan melibatkan mereka untuk memindahkan barang dan keperluan penting mereka ke tempat yang lebih aman.
“Jadi yang penting adalah persiapan mental. Misalnya dengan memindahkan barang-barang ke tempat aman,” tutur ayah dua anak tersebut.
Karena kesiapan mental itulah, Kak Seto memilih untuk tidak pindah rumah sesuai permintaan anak-anaknya. Ada cara lain lagi yang akan ditempuh Kak Seto untuk mengingatkan orang lain untuk mewaspadai ancaman banjir.
“Mungkin saya akan membuat dua lagu Si Komo menjadi ringback tone,” pungkasnya. Nah, siapa ingat lirik lagunya?
Editor: acandra



















my coment