Inilah 8 Statistik Seputar Seks

22 12 2009

Semakin terbukanya segala sesuatu tentang seksualitas membuat seks semakin tak dianggap sebagai sesuatu yang menimbulkan malu dan tabu. Fakta-fakta berikut ini contohnya ;

Punya anak terbanyak
Aktivitas seksual dan reproduksi memang tak bisa dipisahkan. Namun seberapa banyak seseorang bisa menghasilkan keturunan? Seorang wanita Rusia dari abad 18 memegang rekor untuk wanita dengan jumlah anak terbanyak: 69. Wanita ini hamil 27 kali dan melahirkan 16 pasang anak kembar, tujuh pasang kembar tiga dan empat pasang kembar empat.

Meski begitu menurut Guinness Book of World Record pemegang rekor anak terbanyak adalah raja Moroko yang memiliki anak biologis 342 anak perempuan dan 525 anak laki-laki. Pada tahun 1721 ia tercatat sudah memiliki keturunan 700 anak laki-laki.

Pentingkah ukuran?
Tenang, jangan percaya pada mitos kejantanan dan film-film yang menampilkan ekspresi wanita yang terbelalak melihat penis pasangannya. Rata-rata ukuran penis yang normal saat ereksi adalah 11-14 cm dengan diameter 3,2 cm.

Banyak yang butuh bantuan
Diperkirakan 5 persen dari pria berusia 40-an dan 15-25 persen pria usia 56 tahun mengalami disfungsi ereksi. Akibatnya, 57 persen pria dan 64 persen wanita merasa tidak puas dengan kehidupan seksual mereka.

Kapan pertama kali?
Rata-rata pria di dunia kehilangan keperjakaannya di usia 16,9 tahun, sedangkan wanita berhubungan intim di usia rata-rata 17,4 tahun. Studi terbaru menunjukkan faktor genetik mungkin memengaruhi kapan seseorang melakukan seks pertama kali. Orang dengan kepribadian yang impulsif cenderung lebih cepat melakukan hubungan seks dibanding rekannya.

Tidur sendiri
Menurut data National Sleep Foundation, satu dari 10 pasangan suami istri, atau sekitar 12 persen, memiliki kebiasaan tidur di kamar terpisah dari pasangannya.

Selalu mencapai orgasme?
Bila 75 persen pria selalu mencapai orgasme setiap kali bercinta, hanya 29 persen perempuan yang merasakan pengalaman yang sama. Selain itu, kebanyakan perempuan butuh stimulasi klitoris untuk mencapai orgasme.

Hubungan tanpa status
Memiliki komitmen yang jelas dengan seseorang tampaknya sudah tak begitu menarik lagi. Paling tidak itu dibuktikan lewat penelitian Wayne State University dan Michigan State University yang menyebutkan dua pertiga mahasiswa lebih memilih hubungan tanpa status alias punya “teman tapi mesra” ketimbang menjalin komitmen istimewa.

Berapa pasangan seks?
Menurut survei yang dilakukan oleh National Center for Health Statistic terhadap orang dewasa berusia 20-59 tahun, selama hidupnya seorang wanita rata-rata memiliki empat partner seks, sedangkan pria memiliki tujuh partner.
AN





Empat Alasan “Bail Out” Century Menurut Boediono

22 12 2009
Boediono

Selasa, 22 Desember 2009 | 11:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini Selasa (22/12) Wakil Presiden Boediono menghadiri panggilan Panitia Khusus (Pansus) DPR untuk Bank Century dalam kapasitasnya sebagai Mantan Gubernur Bank Indonesia. Boediono akan menjelaskan latar belakang pengambilan keputusan untuk membailot Bank Century.

Boediono telah datang di DPR sekitar pukul 10.00 WIB. Rapat tersebut di pimpin langsung oleh Ketua Pansus Bank Century Idrus Marham.

Saat menanggapi pertanyaan dari Anggota DPR dari Partai Gerindra Ahmad Muzani, Boediono menjelaskan, ada empat alasan mengapa kondisi saat itu perbankan memerlukan penanganan khusus. Pertama, arus modal asing modal keluar dengan cepat sehingga kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat melonjak-lonjak. Kedua, likuiditas di industri perbankan nasional mengering. Ketiga, Pasar Uang Antar Bank macet dan keempat berbagai rumor beredar di pasar keuangan dan luar biasa.

“Kondisi ini mirip dengan situasi krisis ekonomi 1997,” kata Boediono.  (Andri Indradie, Lamgiat Siringoringo, Syamsul Ashar/Kontan)





Mulai 1 Januari, Kartu Kredit Tak Digesek Lagi

22 12 2009
Selasa, 22 Desember 2009 | 12:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia mengumumkan, mulai bulan depan tak ada lagi istilah penggesekan kartu kredit.

Pasalnya, semua kartu kredit tak lagi menggunakan teknologi magnetic stripe atau strip magnetik. “Semua akan berteknologi chip,” kata Aribowo kepada Kontan, Selasa (22/12/2009) di kantornya, Gedung BI.

Teknologi chip ini, kata Aribowo, membuat kebiasaan lama menggesek kartu kredit akan hilang. Sebab, dengan teknologi chip, kartu kredit harus dimasukkan sedemikian rupa pada mesin khusus pembaca identitas chip bernama electronic data capture (EDC).

Menurut Aribowo, salah satu tujuan penerapan kartu kredit berteknologi chip adalah mencegah perusakan dan pemalsuan kartu alias fraud. “Teknologi ini bisa mengurangi terjadinya fraud transaksi pada kartu kredit,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Muhammad Helmi berpendapat, masyarakat akan menyambut gembira inovasi ini. “Pada akhirnya nanti, tidak ada lagi fraud transaksi kartu kredit,” katanya.

Namun, Helmi menambahkan, fraud aplikasi masih akan menjadi pekerjaan rumah BI dan penerbit kartu kredit. Salah satu penyebabnya adalah pemalsuan identitas. ”Solusinya adalah penguatan pada database dan peningkatan sistem di mana KTP tak lagi bisa dipalsukan atau kepemilikan lebih dari satu KTP,” imbuh Helmi. (Andri Indradie/Kontan)








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.