Tetap Senyum Disiram Hujan Saat Naik Motor

4 01 2010
Jumat, 4/12/2009 | 06:35 WIB

KOMPAS.com — Hujan menjadi musuh nomor satu bagi pengendara motor. Namun, tak berarti semua aktivitas harus berhenti lantaran siraman air yang deras dari langit. Bagi para bikers, marilah membuat hal yang menyebalkan ini jadi menyenangkan. Bahkan, kedatangan hujan bisa disambut dengan senyum.

Ada tiga bagian penting yang menjadi perhatian jika Anda memang tetap ingin meluncur bersamaan dengan guyuran hujan. Apa saja itu?

Pertama, badan kita sendiri. Pakai jas hujan. Selain melindungi badan dari basah, jas juga melindungi kita dari kecelakaan. Jadi, untuk memudahkan gerakan badan, tangan, dan kaki, kenakan jas hujan model terpisah. Sementara itu, warnanya yang mencolok memudahkan pemakai jalan lain untuk bisa melihat Anda dengan jelas. “Saat hujan, jarak pandang berkurang,” ungkap Eko Reksodipuro, instruktur safety riding.

Jangan gunakan jas berbentuk ponco. Selain berkibar dan tentu mengganggu keseimbangan, jas ponco juga bisa menyambar kendaraan lain. Selain itu, bawa pula sepatu cadangan. Jangan bungkus sepatu yang Anda pakai dengan kantung plastik karena licin.

Kedua, motor. Mesin perlu penyetelan ulang agar cocok dengan air, kelembaban, dan suhu dingin. Hindari membuka boks filter karburator agar air tidak menyusup ke ruang bakar. Tindakan itu, kata Sartogu Munthe (Kepala Bengkel Munthe Motor), membuat air di udara terbawa masuk ke ruang bakar.

Kemudian, cermati wilayah mesin yang rawan disusupi air, terutama jalur kelistrikan. Saat musim hujan begini, perhatikan juga profil (kembang) ban. Dodiyanto dari PT Gajah Tunggal menyarankan, bagi mereka yang sudah pakai ban kecil (drag) cepat ganti ke ban standar. “Saat musim hujan begini, cengkeram ban ke aspal harus lebar, tapi jangan terlalu lebar juga.”

Ia juga menyerukan agar pengendara juga memerhatikan kembang ban. Pilih yang profilnya masih bagus untuk memecah genangan air, terutama yang coakan kembangnya lebih banyak atau groove. Jangan lupa juga dengan tekanan angin.

Ketiga, lingkungan sekitar. Ini adalah hal paling penting diperhatikan bagi sesama pengguna jalan. Terkadang, pengendara sepeda motor sering berlaku semena-mena, seperti berteduh di bawah jembatan layang atau underpass sehingga mempersempit badan jalan. Selain itu, ada pula yang parkir di trotoar. Ini tentu menyusahkan pejalan kaki. Sebaiknya tidak dilakukan. Sebaiknya, kalau memang terpaksa harus berteduh, parkirlah motor secara sejajar di belakang motor lain. (Aries)

About these ads

Aksi

Information




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.581 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: