Melindungi Word dengan Password

7 01 2010

Senin, 30 Maret 2009 | 10:52 WIB

Bila komputer Anda digunakan beramai-ramai oleh banyak orang, Anda harus melindungi aplikasi yang tidak boleh dipakai oleh semua orang. Nah, ada cara sederhana agar orang lain tidak dapat menggunakan aplikasi Word seenaknya.

Kita bisa membuat sebuah aplikasi di mana bila seseorang ingin menggunakan aplikasi Microsoft Word mereka harus memasukkan sebuah password yang telah kita tentukan. Caranya begini:
1. Buka aplikasi Microsoft Word Anda, kemudian pilih tab [View].

2. Pada pita di bawahnya, klik tombol [Macros].

3. Setelah muncul jendela “Macros”, isi “Macro name” dengan nama “AutoNew”. Perlu diperhatikan, nama makro harus disimpan dengan nama “AutoNew”.

4. Klik [Create] untuk mulai membuat makro.

5. Selanjutnya, akan muncul jendela Microsoft Visual Basic editor. Pada jendela tersebut, ketikkan skrip di bawah ini.

pass = InputBox(“Masukkan password Anda.”)
If pass = “rahasia” Then
End
Else
MsgBox (“Password yang Anda masukkan salah.”)
ActiveDocument.Close
End If

Pada skrip di atas, Anda dapat mengganti “rahasia” dengan password yang akan Anda inginkan.Simpan makro Anda kemudian tutup aplikasi Microsoft Word.

Sekarang, buatlah shortcut Microsoft Word baru dengan cara mengklik kanan mouse pada desktop dan pilih menu [New] > [Shortcut]. Isi “Type the location of the item” dengan “C:-Program Files-Microsoft Office-Office12-WINWORD.EXE” /n, kemudian klik [Next].

Isikan “Type a name for this Shortcut” dengan nama “Microsoft Office Word 2007”. Hapus shortcut yang ada di menu start, kemudian pindahkan shortcut yang baru saja Anda buat ke menu Start, menggantikan shortcut yang asli.

Setelah itu tutup aplikasi Microsoft word. Mulai sekarang bila seseorang ingin menggunakan Microsoft Word dan membuat dokumen baru, muncullah kotak yang meminta password.

Sumber: PCplus





Perintah Office Pakai Suara

7 01 2010

Kamis, 31 Desember 2009 | 13:32 WIB

Idem dengan Windows Media Player, Anda juga dapat memerintah Office menggunakan suara atau biasa disebut speech recognition. Selain itu, Anda dapat pula mendikte atau memilih menu, toolbar, dan kotak dialog pakai suara (dengan bahasa Inggris).

Belum pernah menggunakan aplikasi ini? Anda bisa melakukan instalasi dengan mengklik “Speech” pada menu Tools di Microsoft Word, atau menjalankan Custom installation pada saat instalasi Microsoft Office. Setelah terinstal, tombol Speech akan muncul di menu Tools di semua program Microsoft Office.

Untuk mulai menggunakannya, Anda memerlukan sebuah mikrofon yang terhubung dengan sound card atau USB, komputer dengan kecepatan minimal 400MHz atau lebih, RAM minimal 128MB atau lebih, dan Windows 98 sampai yang terbaru.

Ada dua pilihan mode yang disediakan fitur ini, yakni Voice Command dan Dictation. Mode Voice Command memungkinkan Anda memberikan perintah pada Microsoft Word, misalnya untuk memilih menu, toolbar, kotak dialog, atau untuk mengubah format dokumen. Sedangkan untuk mendikte Microsoft Word sehingga Anda tidak perlu lagi mengetikkannya dengan keyboard, pilih mode Dictation. Untuk berpindah antara mode Voice Command dan Dictation, klik saja tombol pada Language bar atau dengan mengatakan “voice command” atau “dictation” di mikrofon.

Contoh speech recognition untuk mengubah font via suara:
1. Untuk membuka kotak Font pada toolbar Formatting, katakan: “font”.
2. Untuk mengganti font dari Times New Roman ke Verdana, katakan: “verdana”.

Sumber: PCplus





“God Mode” di Windows 7 Ternyata tidaklah Spesial

7 01 2010
Tampilan Windows 7

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah tweak untuk Windows 7 telah beredar di Internet. Ia diberi label Windows 7 “God Mode.” Namun berbeda dengan “God Mode” dalam sebuah permainan, yang satu ini sama sekali tidak menyerupai ‘Tuhan.”

Tweak diaktifkan dengan membuat sebuah folder baru dan memberinya nama dengan akhiran string tertentu. String itu adalah {ED7BA470-8E54-465E-825C-99712043E01C}. Lalu mengapa namanya GodMode? Soalnya, ketika pertama kali beredar nama string itu adalah GodMode.{ED7BA470-8E54-465E-825C-99712043E01C}.

Sesungguhnya, tulisan GodMode di depan rangkaian .{ED7BA470-8E54-465E-825C-99712043E01C} bisa diganti dengan nama apa saja. Icon folder yang Anda lihat setelah mengganti nama folder itu akan muncul sebagai Control Panel.

Bagaimana cara kerjanya? Hmm, jika suka mengutak-atik Windows, Anda pasti tidak asing lagi dengan {ED7BA470-8E54-465E-825C-99712043E01C} sebagai GUID. Nah yang Anda lakukan di atas tadi idem dengan membongkar sebuah fitur developer.

Pertama, Anda telah mendapatkan fitur tak terdokumentasi dari shell di mana folder-folder filesystem bisa dengan mudah dibuat menjadi bagian ruangnama, seperti dijelaskan pada MSDN. Pada dasarnya, sebarang folder yang bernama . akan muncul di bagian yang terlihat di Explorer, dan menavigasi ke folder itu akan membuat Anda masuk ke root ruangnama yang ditentukan oleh bagian dari nama tersebut. Ini tentu saja bukan fitur pengguna, tapi fitur developer.

Hal kedua yang Anda temukan adalah folder “All Tasks.” Ini adalah folder shell khusus yang dipakai sebagai sumber dari hasil pencarian “Control Panel” yang terlihat di menu Start. Folder ini tidak dirancang untuk bisa dilihat-lihat secara langsung seperti folder Control Panel normal (bisa diakses dari Start*Control Panel ) yang berisi item-item yang sama dengan view kustom yang dirancang agar mudah dijelajahi. Folder All Tasks tidak punya custom view, jadi Anda hanya akan melihat daftar Explorer standar.
Baca entri selengkapnya »





Indonesia Tersingkir

7 01 2010
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Striker Indonesia, Bambang Pamungkas, berteriak kecewa ketika gagal memasukkan bola ke gawang Oman, dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia 2011 Grup B di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (6/ 1 ) .

Indonesia Tersingkir
Kecewa dengan Timnas, Penonton Rebut Bola di Lapangan

Kamis, 7 Januari 2010 | 02:39 WIB

Jakarta, Kompas – Indonesia bakal absen di Piala Asia pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir setelah ditekuk Oman, 1-2 (1-1), di kualifikasi Grup B di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (6/1). Ini kemunduran lanjutan sepak bola nasional pascakekalahan 0-2 dari Laos di SEA Games 2009.

Tim asuhan Benny Dollo masih menyisakan satu laga lawan Australia di Brisbane, 3 Maret. Namun, apa pun hasil laga itu sudah tidak menolong mereka.

Indonesia terpuruk sebagai juru kunci Grup B dengan nilai tiga dari tiga kali seri dan dua kali kalah. Kekalahan 1-2 dari Oman adalah kekalahan pertama tim Merah Putih di kandang atau yang kedua setelah menyerah 1-2 di kandang Kuwait, November.

Pada laga itu Indonesia secara keseluruhan tak berkutik menghadapi Oman yang mendominasi permainan. Mereka kebobolan pada menit ke-32 oleh sundulan gelandang Fawzi Bashir atas bola tendangan bebas rekannya.

Menjelang turun minum, striker Boaz Solossa menyamakan 1-1 lewat aksi individu menawan, melewati dua-tiga pemain Oman, sebelum menceploskan tendangan datar ke gawang kiper klub Bolton Wanderers, Ali Al-Habsi.

Namun, buruknya pertahanan Indonesia membuat striker Ismail Al-Ajmi menjebol gawang Markus Horison setelah mengecoh bek Charis Yulianto dan Isnan Ali. Pelatih Benny Dollo menyebut kekalahan itu disebabkan terlalu banyak persoalan di timnya, terutama absennya pemain kunci dan masalah cedera.

”Pemain kelelahan akibat padatnya kompetisi,” katanya saat jumpa pers. ”Kekuatan dan daya tahan pemain kita telah berakhir di 45 menit babak pertama.” Dengan gagalnya Indonesia lolos ke Piala Asia 2011, ia mengakui, telah terjadi kemunduran timnas.

”Kalah dari Laos 0-2 (di SEA Games 2009) sudah satu kemunduran. Kita harus atasi dulu sepak bola ASEAN. Kita mau bicara apa? Kita harus introspeksi dan evaluasi diri,” tutur Benny.

Indonesia selalu tampil pada empat Piala Asia sebelumnya, pada 1996 (Uni Emirat Arab), 2000 (Lebanon), 2004 (China), dan 2007 saat Indonesia tuan rumah bersama tiga negara ASEAN. Baca entri selengkapnya »





Buku Digital Samsung Berisi ‘Harta’ Google

7 01 2010

Samsung e-reader (Ist)

Jakarta – Pasar e-reader yang sudah ramai, akan semakin semarak dengan kehadiran pemain baru dari raksasa elektronik Korea Selatan, Samsung. Untuk menyokong piranti pembaca buku elektronik pertamanya, Samsung menggandeng Google Books.

Dua e-reader yang dilengkapi dengan wireless milik Samsung tersebut bernama E6 dan E101. E6 hadir dengan layar hitam putih 6 inch (15,2 cm), sedang satunya berdisplay 10 inch (25,4 cm).

Samsung menggarisbawahi salah satu teknologi mumpuni dalam kedua produk buku digitalnya itu, yakni kemampuannya untuk mempersilakan user menulis di layar secara langsung. Selain menorehkan tulisan, user juga bisa membuat anotasi dengan pena stylus resonansi elektromagnetik yang melengkapinya.

Vice president dari divisi informasi teknologi Samsung, Doug Albregts mengklaim, pirantinya bukan sekadar alat pembaca. “Ini lebih seperti kertas dengan fitur handwriting yang memungkinkan Anda menulis langsung di layar”, ujarnya seperti yang dilansir detikINET dari AFP, Kamis (7/1/2010).

Untuk memperkaya amunisi pirantinya, Samsung menggandeng raksasa internet, Google dengan Google Booksnya. Ini berarti ‘harta’ Google Books yang berisi jutaan buku online akan bisa dinikmati via E6 dan E101.

Samsung telah memboyong dua e-readernya tersebut untuk dipamerkan di gelaran Consumer Electronics Show (CES), Las Vegas. Piranti berharga US$ 431 dan US$ 699 ini akan dipasarkan di pertengahan tahun 2010 dan siap bersaing dengan sejumlah e-reader- pendahulu: Kindle (Amazon), Reader (Sony) dan Nook (Barnes&Noble). ( sha / faw )








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.