
JAKARTA, KOMPAS.com – Bisnis telepon seluler nampaknya tak kenal pasang surut meski situais ekonomi masih dirundung dampak krisis ekonomi global. Hal itu terlihat dari prediksi permintaan atas perangkat telepon seluler (handset) yang terus meningkat.
Direktur Industri Telematika Kementrian Perindustrian Ramon Bangun mengatakan, bisnis telepon seluler memiliki prospek cerah ke depannya. Sebab, para pelaku industri tidak berhenti mengembangkan inovasi produknya untuk menarik minat calon konsumen membeli produknya.
Makanya, Ramon berani memperkirakan, bakal terjadi lonjakan permintaan telepon seluler tahun ini paling sedikit 30 juta unit atau senilai 2,250 miliar dollar AS, dengan asumsi satu handset dihargai 75 dollar AS dan kurs rupiah dipatok sebesar Rp 10.000 per dollar AS.
“Tahun lalu saya perkirakan permintaan handset baru lebih dari 20 juta unit. Nilainya itu paling tidak mencapai 1,5 miliar dollar AS,” kata Ramon, pekan lalu.
Ramon pun cukup optimis, bila pertumbuhan pengguna telepon seluler di Indonesia mampu menarik minat investasi pemain besar. “Yah mungkin secara bertahap, bisa dari perakitan dulu. Nanti ketika volumenya membesar baru diupgrade lagi,” terang dia. (KONTAN/Raymond Reynaldi)
Editor: wah


















my coment