Pertumbuhan ekonomi kuartal kedua diperkirakan 6,5%

4 08 2011
JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua diramalkan tumbuh sebesar 6,5% dibandingkan tahun lalu. Tingkat pertumbuhan ekonomi ini serupa dengan kuartal sebelumnya.

Berdasarkan konsensus para analis yang disurvei oleh Reuters, pendapat domestik bruto (PDB) akan tumbuh sebesar 2,9% dibandingkan kuartal sebelumnya. Survei ini dilakukan menjelang pengumuman mengenai data pertumbuhan ekonomi yang dilakukan BPS, besok (5/8).

Polling yang dilakukan Bloomberg terhadap 16 ekonom juga serupa. Berdasarkan nilai tengah (median), polling itu menunjukkan perekonomian Indonesia akan tumbuh 6,5% pada periode April hingga Juni lalu.

Angka ini sejalan dengan prediksi Bank Indonesia sebelumnya yang menyatakan pertumbuhan pada April hingga Juni akan berada di level 6,4%. “Indonesia adalah satu-satunya negara di wilayah ini yang diharapkan mendukung pertumbuhan dan konsumsi domestik masih sangat kuat,” kata Gundy Cahyadi, ekonom Oversea-Chinese Banking Corp yang berbasis di Singapura, Rabu (4/8).

Sebelumnya, Bank Indonesia meramalkan pertumbuhan tahun ini berkisar 6,3% hingga 6,8%. Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh sumber pertumbuhan yang semakin berimbang seiring dengan kinerja investasi yang terus meningkat dan kinerja ekspor yang masih tetap solid.

Pada kuartal kedua ini, nilai investasi naik sebesar 22% dibandingkan periode yang sama 2010. Aliran dana asing melonjak 21%. Badan Koordinasi Penanaman Modal mengatakan, aliran dana asing ini akan semakin tinggi.

Sementara kinerja ekspor, Badan Pusat Statistik mencatat selama semester pertama lalu, total ekspor Indonesia mencapai US$ 98,64 miliar. Jumlah ini lebih dari 50% target ekspor tahun ini sebanyak US$ 168 miliar.

Nilai ekspor selama Juni 2011 sekitar US$ 18,41 miliar, tertinggi sepanjang sejarah. Angka itu naik 0,71% daripada ekspor Mei 2011 yang sebesar US$ 18,33 miliar.

BPS meramalkan tren kenaikan ekspor ini terus berlanjut pada paruh kedua ini. Kepala BPS yakin ekspor Indonesia tahun ini bisa menembus US$ 200 miliar.


Tindakan

Information




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.